Ditolak 10 Rumah Sakit Pasien Covid Meninggal di Taksi

Supir taksi online yang menggunakan pakaian hazmat sebagai alat pelindung diri memasang plastik pembatas di mobilnya saat menunggu calon penumpang di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo
Supir taksi online yang menggunakan pakaian hazmat sebagai alat pelindung diri memasang plastik pembatas di mobilnya saat menunggu calon penumpang di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo (Foto: Fransiskus Simbolon/Kontan)
Bagikan:

Jakarta – Pasien positif  Covid-19 dinyatakan meninggal dunia setelah ditolak 10 rumah sakit rujukan Covid-19 di Depok, Jawa Barat. Pasien tersebut meninggal dunia di dalam taksi online.

Pernyataan tersebut, disampaikan LaporCovid-19 dan Center for Indonesia’s Strategi Development Initiatives (CISDI), bahwa pihaknya telah menerima laporan keluarga pasien  pada 3 Januari lalu. Selain itu, ada sebanyak 23 laporan kasus pasien yang juga ditolak rumah sakit rujukan sejak akhir Desember 2020 sampai awal Januari 2021. Akibatnya, ada pasien  Covid-19 yang meninggal dalam perjalanan atau di rumah.

CISDI menyebut hal itu sebagai tanda buruknya layanan kesehatan. Misalnya, mengenai sistem informasi rumah sakit yang tidak diperbarui secara real-time, sehingga pasien tidak tahu harus bertindak seperti apa.

Postingan meninggalnya pasien Covid-19 usai ditolak RSini menjadi tren di jagat maya hari ini. Menurut tangkapan mesin Sciograf pada hari ini,  Senin (18/01/2021) Pukul 16:11 WIB, postingan yang dirilis CNN Indonesia pada 18 Januari 2021 Pukul 08:13 WIB ini mencatat  share count alias telah dibagikan sebanyak 74 kali selama hari ini saja, 1,3 ribu likes  dan 372 komentar. Selain itu, berita ini mencatat 417 reaction.

Salah satu Pemilik Akun Facebook Wi Sa Ni berkomentar pada postingan tersebut  “Kenapa ditolak? Karena RS penuh. Mengapa RS bisa penuh? Karena pasien melampaui kapasitas RS. Siapa yang salah?” tulis Wi Sa Ni. 

Sementara itu akun lainnya Andrian Hamdhani Aspirasiputih juga memberikan respon ” Rumah sakit indonesia emang begitu dari dulu udah ga aneh harus ada duit dulu baru dapat kamar.itu bukan gara² ada corona aja” tulisnya dalam kolom komentar. 

Akun Kang Asep berkomentar “masih banyak orang yg tidak percaya adanya covid19.tak heran jika yg terpapar membludak dan akibatnya setiap rumah sakit keteteran, karna setiap rumah sakit punya batasan terkait pasilitas,karna bukan melayani pasien covid19 saja” ujar Kang Asep. 

Sciograf adalah layanan Big Data dengan teknologi end to end encryption, yang terdiri dari web/robot crawler, indexing/clustering dan analisis berbasis teknologi big data. Sciograf dapat memenuhi kebutuhan data terkini dengan keluaran data bervolume sangat besar dan berkecepatan tinggi serta menghubungkan data dengan berbagai format. (My/IJS)

BACA JUGA :  Ibu Narti, Pedagang Sayur Diundang Jokowi Jadi Penerima Vaksin di Istana Merdeka

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *