DPD Dukung Kemen PPPA Berikan Hak Bermain dan Belajar di Masa Pandemi

Bagikan:

JAKARTA – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, mendukung penuh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang mengoptimalkan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

Dalam pandemi Covid-19 ini, tidak menutup kemungkinan anak-anak akan terpapar virus tersebut. Untuk itu, DPD RI akan bekerja sama dengan Kemen PPPA untuk mengawasi para generasi penerus bangsa agar mendapatkan hak belajar dan bermain.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  Trend Wabah Naik Jelang Vaksinasi, Abdul Rahim Minta Pemerintah Daerah Tekan Sebaran Wabah¬†

Wakil Ketua Komita III DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin menjelaskan PATBM selama ini berperan aktif dalam upaya perlindungan dan penghapusan kekerasan terhadap anak di Indonesia, terutama pada kelompok masyarakat di tingkat desa atau RT/RW.

“PATBM menjadi gerakan yang responsif terhadap bentuk ancaman atau kasus pelanggaran pemenuhan hak dan perlindungan anak, termasuk ancaman belajar dan bermain di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Sultan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/1/2021).

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini menambahkan, untuk anak-anak yang terpapar virus Covid-19 dan sedang dalam masa isolasi mandiri, akan tetap dipenuhi hak belajar dan bermainnya. Namun tetap tidak mengindahkan, masa karantina tersebut.

“Dalam klaster keluarga, anak-anak masih menjadi perhatian serius bagi kita di Komite III DPD RI. Meskipun dalam masa isolasi, hak-hak mereka tidak boleh dilupakan yaitu hak belajar dan bermain,” tambah Sultan.

Solusinya, lanjut Sultan, cara belajar virtual menjadi jalan nyata bagi anak-anak yang tengah mengalami masa isolasi dikarenakan terpapar dari orang tuanya. “Virtual memang menjadi langkah konkrit dalam memenuhi hak-haknya,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Tinggalkan Cara Lama dalam Pengelolaan Sampah, Ini Pesan Abdulah Puteh

Selain itu, literasi yang positif di media sosial juga berperan penting bagi tumbuh kembang si anak. Untuk itu, giliran Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) memberikan tanggung jawab untuk keperluan anak-anak.

“Kalau bicara belajar virtual melalu media sosial, peran Kemenkominfo sangat penting. Bagaimana menyaring konten konten pembelajaran bagi anak yang bagus untuk tumbuh kembangnya. Literasi positif dari media sosial perlu ditekankan dengan baik,” tutup Sultan.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *