DPD RI Nilai Perbankan Harus Lirik Pelaku UMKM

Wakil Ketua Komite IV, Elviana
Wakil Ketua Komite IV, Elviana
Bagikan:

JAKARTA – Komite IV DPD RI menilai, segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki potensi yang bisa digarap pihak perbankan. Sebab, salah satu kunci pemulihan ekonomi dapat disumbang dari segmen UMKM.

Dianggap tulang punggung perekonomian nasional, para pelaku UMKM hancur lebur dihantam pandemi Covid-19 yang tidak berkesudahan. Mirisnya, pihak perbankan seakan menutup mata kepada para pelaku UMKM, untuk bisa kembali membangun usahanya.

Bacaan Lainnya

“Dengan jumlah UMKM mencapai 64,2 juta, sebanyak 67 persen belum tersentuh pembiayaan dari pihak perbankan. Ini sangat disayangkan, padahal UMKM sebagai tulang punggung pemulihan ekonomi nasional. Jadi
kami dari Komite IV DPD RI, mendorong kepada pihak perbankan untuk memberikan pinjaman,” ujar Elviana selaku Wakil Ketua Komite IV DPD RI,
Senin (1/3/2021).

Untuk itu, lanjutnya, mengajak industri perbankan untuk bisa meningkatkan porsi kredit ke UMKM menjadi 30 persen. Mengingat saat ini porsi kredit bagi UMKM hanya diberikan 20 persen oleh pihak perbankan.

“Kalau dibaca dari dari data Kemenkop UKM, proporsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan baru mencapai 19,97% pada tahun 2020. Hal ini karena sektor produktif masih dilihat sebagai usaha beresiko tinggi dan rendahnya literasi keuangan di kalangan UMKM,” lanjutnya.

Lebih jauh, para UMKM itu nyatanya bisa memberikan kontribusi terhadap PDB nasional hingga 60,34 persen, dengan total ekspor mencapai 14,5 persen. Dan kemampuan menyerap tenaga kerja hingga 97,02 persen serta penyediaan 99 persen dari lapangan kerja yang ada.

BACA JUGA :  Polri Diminta Evaluasi Soal Senjata Api Usai Anggotanya Tembak 3 Orang Hingga Tewas

“Sektor pembiayaan bagi kalangan UMKM ini merupakan potensi besar yang harus segera dimanfaatkan. Apalagi UMKM sangat berperan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional selama ini,” tandasnya.

Senada dengan Komite IV, Ketua DPD RI, AA LaNyala Mahmud Mattalitti juga mengatakan, Peran UMKM sendiri memberikan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) 60,34%; menyerap tenaga kerja hingga 67,02%; kontribusi ekspor 14,5%; dan menyediakan lapangan kerja hingga 99%.

“Selain itu, total pertumbuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2020 mencapai 33,6% (yoy) dengan penyaluran Rp32,6 triliun dan pada 2021 diberikan target oleh pemerintah yakni Rp29 triliun. Yang membanggakan adalah kualitas KUR sangat baik karena pra NPL (non performing loan) sangat kecil yakni 1,3% dan NPL 0,2%. Selain itu, menambah debitur 76 ribu orang sehingga debitur di BNI berjumlah 317 ribu debitur,” jelas
senator Jawa Timur ini.

Berdasarkan data Kemenkop UKM, proporsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan baru mencapai 19,97% pada tahun 2020. Hal ini karena sektor produktif masih dilihat sebagai usaha beresiko tinggi dan rendahnya literasi keuangan di kalangan UMKM.

Sedangkan untuk realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada sektor produktif di 2020 terus meningkat menjadi 57,25% bila dibandingkan tahun 2019 sebesar 52%. Dimana porsi penyaluran KUR tahun 2020 terbesar disalurkan di sektor perdagangan 42,8% kemudian sektor pertanian sebesar 29,6% dan jasa 14,9%. (ijs/cha)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *