DPR Nilai Reshuffle Kabinet Tingkatkan Upaya Penanganan Covid-19

Bagikan:

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk enam nama calon menteri baru melalui reshuffle kabinet yang diumumkan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Azis Syamsuddin memandang nama-nama yang ditunjuk oleh Presiden diharapkan menjawab tantangan kerja di tengah peliknya penanganan wabah pandemi Covid-19 yang belum juga mereda.

“Enam sosok yang cukup kuat. Saya lihat ada energi baru. Dan kita sangat apresiasi langkah reshuflle kabinetnya yang cukup mengakomodir harapan rakyat ini,” ujar Azis dalam keterangannya, Rabu (23/12/2020).

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu meyakini susunan nama menteri pengganti yang ada akan menjalankan, memiliki peran sesuai visi-misi Presiden.

BACA JUGA :  Setujukah Anda Bila PSBB Total Berlaku Kembali?

Terutama upaya penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihannya yang harus inklusif dengan melibatkan semua kalangan. Dan Indonesia harus mampu menghadapi pandemi-pandemi yang bisa saja terjadi lagi di kemudian hari.

“Tugas besar sudah menunggu. Penanganan wabah tidak bisa dilakukan secara eksklusif saja oleh Kementerian Kesehatan. Semua kementerian harus terlibat aktif. Dan terpenting, tidak cukup membuat program sendiri, tapi ini harus menjadi gerakan yang dilakukan bersama-sama,” paparnya.

Pria jebolan University of Western Sydney, Australia itu menambahkan, gerak satu arah baik dari lingkungan kesehatan, ekonomi, birokrasi, dan politik harus terus diperkuat.

“DPR terus memberikan suport dan masukan kepada Pemerintah. Sekali lagi, dengan wajah-wajah segar di Kabinet, ini adalah kekuatan yang diharapkan saling memberikan kontribusi, untuk meredam Covid-19,” pungkas Azis Syamsuddin.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju pada Selasa sore, lalu Presiden memperkenalkan enam orang nama sebagai menteri-menteri.

Pertama, Presiden mengenalkan Tri Rismaharini yang diberikan tanggung jawab sebagai Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara. Kedua, Presiden mengenalkan Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wisnutama Kusubandio.

BACA JUGA :  MUI : PAM Swakarsa Potensi Picu Premanisme

Ketiga, Presiden mengenalkan Yaqut Cholil Quomas atau lebih dikenal sebagai Gus Yaqut sebagai Menteri Agama menggantikan posisi Fachrul Razi. Keempat, Presiden menunjuk Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) menggantikan Terawan Agus Putranto.

Budi bukan orang baru dalam jajaran kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebelum menjabat sebagai Menkes, ia menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN mendampingi Erick Thohir yang menjabat sebagai menteri.

Kelima, Presiden Jokowi mengenalkan Wahyu Sakti Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) menggantikan Edhy Prabowo. Keenam, Presiden mengenalkan M. Lutfi sebagai Menteri Perdagangan menggantikan posisi Agus Suparmanto. (scio/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *