DPR Prihatin Sebaran Covid-19 Terus Meluas, Fasilitas Kesehatan Kian Terbatas

Bagikan:

Jakarta – Tingkat hunian fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga medis yang melayani pasien Covid-19 semakin terbatas. Jumlah pasien yang dapat ditangani tidak sebanding dengan ketersediaan ruang isolasi dan intensive care unit (ICU).

Belum lagi keterbatasan ventilator yang mulai dikeluhkan tenaga kesehatan. Kondisi ini tidak hanya membahayakan pasien Covid-19, tapi juga pasien non-covid yang membutuhkan pelayanan medis mendesak.

Kasus Covid-19 di Indonesia sendiri bertambah 7.203 orang sehingga total kasus menjadi 758.473 orang pada Sabtu (2/1/2021). Kemudian tambahan pasien Covid-19 yang sembuh pada hari ini sebanyak 7.582 orang sehingga total pasien Covid-19 yang sembuh menjadi 625.518 orang.

BACA JUGA :  Bustami Zainuddin: Stabilitas Harga Beras di Lampung Harus Dipertahankan

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, tambahan kasus terbanyak terjadi di DKI Jakarta dsebesar 1.894 kasus, Jawa Barat 1.167 kasus, dan Jawa Tengah 971 kasus. Sementara itu, pasien Covid-19 yang meninggal pada hari ini sebanyak 226 orang sehingga total pasien Covid-19 yang meninggal menjadi 22.555 orang.

“Kemarin, pasien meninggal terbanyak di Jawa Tengah sebanyak 86 orang. Di susul Jawa Timur 59 orang, dan DKI Jakarta 26 orang. Kami prihatin, kasus aktif secara nasional terus naik, sejalan dengan data yang kami dapat sampai 110.400 orang yang masih dirawat dan isolasi mandiri,” terang Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Minggu (3/1/2020).

Peningkatan pengawasan kepatuhan masyarakat untuk tetap di rumah, dan menunda keluar rumah apalagi berlibur karena dapat meningkatkan potensi penularan menjadi solusi paling realistis. Dan tak akan pernah bosan, DPR meminta masyakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Penjelasan Satgas Covid-19 menjadi pertimbangan. Sebaran terus meluas, sementara pemanfaatan kapasitas tempat tidur ruang isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19 secara nasional, sudah mencapai 62,63% keterisian,” terang Azis Syamsudin dalam keterangannya, Minggu (3/1/2020).

Bahkan, sambung Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut, data Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes hingga awal Januari 2021 menunjukkan provinsi dengan Bed Occupancy Rate (BOR) tertinggi adalah Provinsi Banten (85%), DKI Jakarta (84%), Jawa Barat (83%), Jogjakarta (80%), dan Kalimantan Tengah (79%).

“DPR mendorong alokasi penganggaran pembiayaan pembukaan fasilitas pelayanan kesehatan darurat, misalnya di hotel atau wisma. Ini penting direalisasikan. Segerakan!” pinta Wakil Rakyat dari Dapil II Lampung itu.

DPR juga terus mendorong pembelanjaan alat kesehatan yang dibutuhkan, seperti ventilator dan alat pengaman diri bagi tenaga kesehatan. “Kami sangat berharap, Satgas di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk terus meningkatkan pengawasan implementasi kebijakan pemerintah untuk menekan aktivitas masyarakat yang menyebabkan penyebaran virus Corona,” jelasnya.

BACA JUGA :  Efek Domino Pemulihan Sektor Pariwisata Bagi Ekonomi Nasional Menurut Bustami Zainuddin

Dan tak kalah pentingnya, mendorong Pemerintah untuk memperketat birokrasi/perizinan perjalanan antar kota, terutama untuk transportasi darat yang selama ini menjadi pilihan masyarakat karena minim pengawasan.

“DPR akan terus mencermati penggunaan anggaran pelayanan kesehatan, terutama terkait pemenuhan ventilator, alat kesehatan, tenaga kesehatan, dan penambahan fasilitas layanan kesehatan untuk kebutuhan masyarakat,” pungkas Azis Syamsuddin. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *