Dukung ETLE Segera Diterapkan di Babel, Senator Alex: Permudah Polisi Usut Curanmor

Anggota Komite II DPD RI, Alexander Fransiscus
Anggota Komite II DPD RI, Alexander Fransiscus
Bagikan:

Pangkalpinang – Direktorat lalu lintas Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah menggodok penerapan sistem tilang eletronik atau Electronic Traffic Law Enforencement (ETLE). Anggota DPD RI daerah pemilihan (dapil) Babel, Alexander Fransiscus mendorong agar sistem tilang elektronik ini segera direalisasikan.

“Penerapan sistem tilang elektronik sudah menjadi kebutuhan saat ini. Apalagi ETLE merupakan salah satu prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” ujar Alexander Fransiscus, Jumat (26/2/2021).

Pola kerja ETLE adalah mengawasi pengguna jalan selama 1×24 jam melalui rekaman CCTV yang bisa digunakan sebagai barang bukti dalam perkara pelanggaran lalu litas. Kamerea face recognition berfungsi untuk mendeteksi sensor di wajah pengguna jalan.

“Sistem tilang elektronik akan membangun budaya baru dalam hal tertib berlalu lintas bagi masyarakat. Karena dengan tilang elektronik, apapun status sosial pelanggar, maka sanksi akan tetap diterapkan,” sebut Alexander.

Sistem tilang elektronik juga akan menggunakan kamera check point yang berfungsi mendeteksi Gar lalu lintas antara lain safety belt dan distruction, misalnya pengemudi memainkan handphone di jalan. Kemudian terdapat juga kamera automatic number plate recognition (ANPR) untuk mendeteksi kendaraan berdasarkan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) secara otomatis.

ANPR Camera mampu mengidentifikasi jenis tipe atau merk dan warna kendaraan yang melintas di kawasan atau wilayah tertentu. Alexander menyebut, ETLE akan memudahkan pekerjaan pihak kepolisian.

“Dengan berbagai tools yang dimiliki, polisi bisa mudah menelusuri kasus-kasus pencurian motor (curanmor), yang pastinya akan berdampak terhadap produktivitas teman-teman dari kepolisian,” kata Anggota Komite II DPD RI itu.

Pada ETLE juga terdapat Traffic Flow Management yang berfungsi untuk mengetahui kondisi kemacetan. Saat ini, wacana sistem tilang elektronik di Babel masih digodok dan dibahas bersama sejumlah pihak-pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan, Kejaksaan, hingga Pihak pengadilan.

BACA JUGA :  Senator Alex Dukung Proyek Kilang Minyak di Tuban yang Bisa Serap 20 Ribu Pekerja

“Kami mendorong agar pembahasan segera menemukan kesepahaman sehingga ETLE bisa segera direalisasikan di Babel. Sistem tilang elektronik akan efektif saat pandemi Corona, karena bentuk penindakannya terhadap pelanggaran lalu lintas membatasi kontak fisik,” ucap Alexander.

“Sistem tilang elektronik juga bisa menghilangkan budaya pungli atau pungutan liar sebab prosesnya membatasi interaksi antara pelanggar dan petugas. Proses pembayarannya pun juga melalui bank, jadi jelas dan tersistem dengan baik,” sambung senator muda ini.

Sementara itu Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta kepada Pemprov Babel untuk mendukung pihak kepolisian terkait sistem tilang elektronik ini.

“Dishub perlu bekerja sama dengan baik agar sistem tilang elektronik di Babel bisa segera diterapkan. Bantuan SDM dan infrastruktur penunjang juga harus jadi perhatian Pemda agar bisa mengoptimalkan program Polda Babel,” tutur LaNyalla. (elz/ijs)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *