Empat Kebiasaan Mudah Detoks Tubuh di Pagi Hari

Minuman air lemon untuk detoks. Foto: via pexels
Bagikan:

Jakarta – Pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk melakukan detoks (pengeluaran racun) dari dalam tubuh. Hal ini disebabkan saat tidur, tubuh mengakumulasi racun agar bisa dikeluarkan saat bangun tidur pagi harinya. Untuk memaksimalkan proses detoksifikasi dituntut untuk membiasakan diri melakukan rutinitas yang mendukung proses ini.

Bangun lebih awal

Bangun tidur sebelum subuh atau matahari terbit membuat proses detoks menjadi lebih maksimal.

Hal ini dikarenakan Kebiasaan bangun awal menunjukan seseorang mendapatkan cukup tidur di malam hari. Waktu tidur yang cukup membuat tubuh segar sehingga proses detoks lebih maksimal.

Minum air hangat dicampur lemon tepat setelah bangun tidur dapat menstimulasi pencernaan, mengeluarkan racun dari hati, menstimulasi enzim, dan mampu memenuhi kebutuhan vitamin C. Kandungan flavonoid dalam lemon membantu asam di perut memecah makanan, sehingga memperbaiki sistem pencernaan secara keseluruhan.

Jika air lemon dirasa terlalum asam, dapat diganti dengan air putih hangat. Hal ini guna mengganti cairan tubuh saat tidur.

Menyikat badan

Menyikat badan secara perlahan sebelum mandi dalam kondisi kering dengan sikat atau spons dapat mengaktifkan sistem limfatik dan memperlancar sirkulasi darah.

Sistem limfatik berperan dalam menghasilkan, menyimpan, serta membawa sel-sel darah putih untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya. Kebiasaan ini menjadikan mekanisme detoksifikasi lebih efektif.

Sarapan detoksifikasi

Sarapan menjadi hal penting dalam proses detokfisikasi. Kandungan gizi dalam makanan yang masuk dalam tubuh mampu mempengaruhi proses detoksifikasi.

Disarankan memilih menu sarapan yang rendah kolesterol sehingga dapat membersihkan usus seperti jus lemon, jeruk bali, air jeruk nipis, aneka sayuran, oatmeal, alpukat dan lain sebagainya.

Pada dasarnya tubuh suda hotomatis melakukan detoksifikasi. Namun diperlukan kebiasaan-kebiasan pendorong agar proses detoksifikasi dapat berjalan optimal. (Zak/IJS)

BACA JUGA :  Kenali Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *