Erdogan Divaksin, Netizen Indonesia Auto Percaya Sinovac

Bagikan:

Jakarta – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjadi orang pertama di Turki yang menerima vaksinasi Covid-19. Penyuntikan vaksin itu dilakukan di Rumah Sakit Kota Ankara dan disiarkan langsung di televisi pada Kamis (14/1/2021).

Dalam kesempatan itu Erdogan mendesak para politisi agar mendukung program vaksinasi. Dia menegaskan, jika semua pemimpin politik, anggota parlemen mendorong penerapan vaksin Covid-19, maka itu keputusan yang tepat. Karena dapat menghilangkan keraguan publik terkait efektivitas vaksin.

Pemberian vaksin pada Erdogan menjadi postingan trending hari ini. Menurut tangkapan mesin Sciograf pada hari ini,  Jumat (15/01/2021) Pukul 13:45 WIB, postingan yang dirilis CNN Indonesia pada 15 Januari 2021 Pukul 08:30 WIB ini mencatat  share count alias telah dibagikan sebanyak 70 kali selama hari ini saja, 437 likes  dan 45 komentar. Selain itu, berita ini mencatat 120 reaction.

Salah satu Pemilik Akun Facebook Didin Burhan berkomentar “InsyaAlloh klo yg ngasih Contoh Erdogan pasti rakyat Indonesia percaya dan mau di Vaksin. Krena tingkat kepercayaan sebagian masyarakat RI terhadap Pemimpin dan pejabatnya sudah terkikis” tulisnya. 

Sementara itu akun lainnya Erieq Dhanar Nugroho melontarkan peertanyaan pada postingan itu “Vaksin yg dipakai presiden apa sama kualitasnya dgn yg diberikan ke rakyat!? udah ada yg nanya gitu belum? ” tanyanya. 

Akun Saputra Doddy  berkomentar “Nah kalo Presiden Turki bneran udah di vaksin,,gue mah mao deehh. .kata UAS seamdainya Negara Timur Tengah memakai Vaksin maka UAS yg akn mengajak ummat utk vaksin” tulis Saputra. 

Akun Ken O Drone juga beromentar “Apakah benar yg disuntik benar vaksin bukan vitamin C ?? Apakah benar bahwa vaksin yang disuntikan ke erdogan sama dengan yang akan diterima oleh rakyat Turki ?? KADRUUUUN 🤣🤣🤣” kata Ken dalam kolom komentar. 

Sciograf adalah layanan Big Data dengan teknologi end to end encryption, yang terdiri dari web/robot crawler, indexing/clustering dan analisis berbasis teknologi big data. Sciograf dapat memenuhi kebutuhan data terkini dengan keluaran data bervolume sangat besar dan berkecepatan tinggi serta menghubungkan data dengan berbagai format. (My/IJS)

BACA JUGA :  Klaster Keluarga, 18 Orang Positif COVID-19 Usai Perayaan Ulang Tahun

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *