Eric Yuan Pendiri Zoom, Jadi Miliarder Saat Pandemi

Bagikan:

Jakarta – Selama pandemi covid-19, banyak kegiatan masyarakat yang mengakibatkan banyak perusahaan, perkantoran bahkan sekolah harus dilakukan secara daring atau online untuk tetap bisa komunikasi selama pandemi, mereka melakukan kegiatan melalui aplikasi zoom.

Zoom merupakan aplikasi komunikasi video yang diciptakan oleh seorang Eric Yuan dan menjadi aplikasi yang paling populer di dunia, keberadaannya menjadi sangat penting dalam melanjutkan pekerjaan atau sekolah di rumah akibat dampak pandemi.

Yuan merupakan anak seorang insinyur geologi di Provinsi Shandong, China yang kini telah jadi seorang CEO dan Pendiri zoom. Saat ini, Eric Yuan dan keluarganya berada di posisi ke-43 bahkan menjadi seorang pengusaha dan miliarder di Amerika.

Banyak kisah inspiratif dari Eric Yuan dalam meraih kesuksesannya saat ini. Dengan ketekunan dan eksekusi yang baik, Yuan membuktikan bahwa pendatang dan penantang juga bisa menyapu lapangan bahkan pasar yang ramai.

Tindakan kewirausahaan pertama kali dia lakukan saat duduk di kelas 4. Yuan mengumpulkan sisa-sisa konstruksi bangunan untuk mendaur ulang tembaga menjadi uang tunai.

Ketika beranjak dewasa, Yuan menempuh pendidikan tinggi di Shandong University of Science & Technology dengan mengambil matematika terapan dan ilmu komputer. Dia telah mendapat gelar masternya saat berusia 22 tahun dan segera menikahi kekasihnya.

Setelah lulus, Eric Yuan tertarik dengan dunia teknologi Amerika Serikat (AS). Hal yang membuat pandangannya teralih ke arah tersebut karena mengagumi sosok wirausahawan seperti Bill Gates.

Ia menempuh studi itu karena ia yakin suatu hari dapat membuat perusahaan sendiri yang terinspirasi oleh Bill Gates, pendiri Microsoft. Meski, ia menyadari hal ini lebih gampang diucapkan dari pada dilakukan. Terlebih, setelah ia sempat ditolak mendapatkan visa dan penolakan itu bertambah sampai 7 kali dalam waktu satu setengah tahun.

BACA JUGA :  Pejuang Dari Betawi, MH Thamrin

“Saya berkata pada diri sendiri, OK, bagus. Saya akan melakukan semua yang saya bisa, sampai Anda memberi tahu saya bahwa saya tidak akan pernah bisa datang ke sini lagi. Jika tidak, saya tidak akan berhenti,” katanya seperti dikutip dari Forbes.

Pada tahun 1997, Yuan bergabung dengan Webex yang berusia dua tahun, yang berbasis di Milpitas, California. Webex go public pada Juli 2000 dan diakuisisi oleh Cisco seharga US$ 3,2 miliar pada tahun 2007. Tidak lama kemudian Cisco menunjuk Yuan untuk memimpin kelompok teknik Webex.

Namun, di tahun 2010 Yuan merasa tidak senang. Sebab, layanan itu tidak terlalu bagus. Setiap penggunanya masuk ke layanan Webex, sistem perusahaan harus mengidentifikasi produk, apakah iPhone, Android, PC, atau Mac yang membuat segalanya menjadi lambat.

“Suatu hari nanti seseorang akan membangun sesuatu di cloud, dan itu akan membunuh saya,” kata Yuan kepada Bill Tai salah satu investor ventura yang menjadi pendukung pertama Zoom.

Saat Zoom diluncurkan, ada beberapa perbedaan utama dari kerumunan. Klien Web-nya yang ringan dapat langsung mengetahui jenis perangkat yang Anda gunakan, yang berarti Zoom tidak memerlukan versi yang berbeda untuk Mac atau PC.

Zoom juga menyediakan lapisan perangkat lunak yang melindungi semua bug yang mungkin muncul saat browser seperti Chrome, Firefox atau Safari mendorong pembaruan. Zoom dapat beroperasi bahkan saat kehilangan data 40%, jadi masih akan berfungsi pada koneksi internet yang tidak stabil atau lambat. Dan dengan $ 9,99 per host per bulan ($ 14,99 hari ini), itu melemahkan para pesaingnya.

Kemudian, Pada April 2019, Eric Yuan membawa Zoom melantai di bursa saham (IPO). Pada IPO, Yuan memiliki 22% saham Zoom, yang bernilai lebih dari USD9 miliar sebelum perdagangan dimulai.

BACA JUGA :  Pahlawan Pertanian Bersandal Jepit Dari Maluku

Ketika memasuki tahun 2020, Eric Yuan menjadi salah satu orang yang beruntung dan mendapatkan kekayaan dari pandemi virus corona atau Covid-19.

Kini Eric memiliki harta kekayaan sebesar USD11,7 miliar atau setara Rp168,4 triliun (kurs Rp14.400 per USD) menurut Forbes real time billionaires list. Eric pun berhasil masuk jajaran orang terkaya di dunia dengan menduduki peringakt 148.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *