Evaluasi Penyaluran Dana Desa Penting, Ini Pesan Senator Asal Banten

Andriana Aprilia Hikmat - Anggota Komite II DPD RI (Foto : rmolbanten.com)
Bagikan:

JAKARTA – Anggota Komite II DPD RI Andiara Aprilia Hikmat meminta Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk tidak bosan melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap penyaluran dana desa pada tahun 2020.

Langkah evaluasi perlu dilakukan khususnya pada masa pandemi COVID-19 dan daerah-daerah yang pada tahun sebelumnya mengalami hambatan dalam penyaluran maupun pengelolaan dana desa untuk tidak terulang lagi pada tahun 2021.

“DPD RI menginginkan Kemendes PDTT terus melakukan evaluasi sehingga percepatan dana desa yang dimulai pada Januari 2021 dapat berjalan efektif dan efisien. Jangan sampai ada data desa fiktif yang bermasalah masih menerima dana desa,” terang Andiara Aprilia Hikmat dalam keterangannya, Rabu (6/1/2021).

Menurut dia, melalui Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 terutama Desa Aman COVID-19 dan BLT Desa, Kemendes PDTT dapat mengawasi upaya terpadu aparat dalam mewujudkan peruntukkan yang sesuai.

Ditambahkan Andiara, peruntukan yang sesuai tersebut antara lain untuk membuka lapangan kerja baru, menambah pemasukan masyarakat kurang mampu, dan pembangunan infrastruktur. “Kemendes PDTT harus memastikan aparat desa menggunakan sistem informasi desa yang terintegrasi,” jelasnya.

Penggunaan sistem informasi yang terintegrasi tersebut diharapkan penggunaan dana desa seperti perencanaan, pelaksanaan, hasil, dan rekomendasi pembangunan desa lebih lanjut dapat transparan serta memudahkan pengawasan dari pemerintah pusat terhadap efektivitas penggunaan dana desa bagi kepentingan masyarakat desa.

“Penggunaan dana desa merupakan sumber pendanaan yang mampu mendorong ekonomi dan pembangunan desa itu sendiri. Jika arahnya jelas, pengawasannya terkontrol dengan baik, harapannya Program yang digagas oleh Presiden Jokowi ini akan menuai manfaat,” pungkas Andiara. (ijs/ful)

BACA JUGA :  Cukup dari Ponsel, Petani Bisa Ajukan KUR ke BCA Hingga Rp200 Juta

 

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *