FBI Ingatkan Adanya Unjuk Rasa Susulan Hingga Pelantikan Presiden AS

Unjuk rasa tolak kekalahan Trump sumber: twitter
Bagikan:

Jakarta – FBI memperingatkan akan ada unjuk rasa kembali yang akan menyerbu 50 gedung DPR negara bagian dan juga Gedung Capitol di Washington DC, Amerika Serikat. Ancaman serbuan itu dan diperkirakan akan terjadi hingga Hari Pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden.

Dilansir CNN, menurut informasi yang diterima pihak FBI, unjuk rasa di 50 gedung DPRD negara direncanakan akan berlangsung dari 16 hingga 20 Januari 2021. Sementara unjuk rasa di Gedung Capitol dari 17 hingga 20 Januari 2021.

FBI juga mengatakan ada ancaman pemberontakan jika Presiden Donald Trump dicopot dari jabatannya melalui Amandemen ke-25 sebelum hari pelantikan.

Badan Penegak Hukum Federal, Negara Bagian dan Daerah telah bersiap mempersiapkan adanya kemungkinan aksi kekerasan seperti yang dilakukan perusuh di Capitol AS pekan lalu.

Diberitakan sebelumnya, terjadi kerusuhan yang dilakukan sebagai bentuk penolakan atas kekalahan Trump pada pilpres November lalu. Para demonstran pedukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump itu menerobos dan merusak Gedung Capitol.

Kepolisian Washington DC, AS melaporkan, lima orang tewas dalam kerusuhan di gedung Capitol pada Rabu (6/1/21). Seorang wanita ditembak hingga tewas oleh pihak kepolisian saat menerobos gedung tersebut.

Sementara itu, tiga lainnya tewas akibat luka parah setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat. Seorang anggota Kepolisian Capitol menjadi korban tewas kelima dalam insiden tersebut.

(ANS/IJS)

Bagikan:
BACA JUGA :  Flu Babi Afrika Landa Hong Kong, Pemerintah Perintahkan Pemusnahan Ribuan Babi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *