Federasi Muslim Prancis Menyetujui Nota Kesepakatan dengan Macron

Presiden Prancis Emmanuel Macron sumber: telegraph
Bagikan:

Jakarta – Federasi Muslim Prancis menyetujui nota kesepakatan yang diminta Presiden Prancis, Emmanuel Macron dalam upayanya untuk memberantas sektarianisme dan ekstremisme, Minggu (18/1/21).

Dilansir IB Times, Macron mendesak Dewan Kepercayaan Muslim Prancis (CFCM) untuk merancang nota kesepakatan tersebut pada November, setelah seorang muslim membunuh seorang guru sekolah yang mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada para siswa.

Isi nota tersebut adalah menolak “menginstrumentalisasi” Islam untuk tujuan politik dan menegaskan kesetaraan antara pria dan wanita, sementara mencela praktik-praktik seperti sunat perempuan, kawin paksa atau “sertifikat keperawanan” untuk pengantin wanita.

Ia juga secara tegas menolak rasisme dan anti-Semitisme, dan memperingatkan jika masjid tidak diciptakan untuk menyebarkan pidato nasionalis yang membela rezim asing.

“Nota kesepakatan ini menegaskan kembali kesesuaian antara keyakinan Muslim dengan prinsip-prinsip Republik, termasuk sekularisme, dan komitmen Muslim Prancis untuk kewarganegaraan penuh mereka,” kata presiden CFCM Mohammed Moussaoui.

Sebelumnya, beberapa federasi anggota CFCM telah mengkritik gagasan tersebut yang menyatakan Islam sesuai dengan hukum dan nilai Prancis

Tapi Moussaoui dan dua wakil presidennya mencapai kesepakatan dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri, Gerald Darmanin.

Hal ini adalah bagian dari harapan Macron untuk membebaskan Islam dari pengaruh radikal yang melanggar sekularisme ketat Prancisr.

Pemerintahnya telah memulai tindakan keras terhadap masjid dan asosiasi ekstremis, dan berencana untuk memecat sekitar 300 imam di Prancis yang dikirim untuk mengajar dari Turki, Maroko, dan Aljazair.

Pemerintah Macron juga mendorong melalui undang-undang untuk memerangi radikalisme Islam yang merusak, dan akan memperketat aturan tentang berbagai masalah mulai dari pendidikan berbasis agama hingga poligami.

(ANS/IJS)

Bagikan:
BACA JUGA :  Sinyal Kuat Joe Biden untuk Akhiri Era 'America First' ala Trump

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *