Ini Alasan Kuat Front Persaudaraan Islam Perlu Menjadi Perhatian Pemerintah!

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS). (Foto: Arif Firmansyah)
Bagikan:

Jakarta – Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi meminta pemerintah untuk tetap mengawasi organisasi Front Persaudaraan Islam (FPI). Ia mengatakan, akan sangat berbahaya membiarkan organisasi FPI.

“Saya meminta kepada pemerintah untuk tetap mengawasi organisasi yang sebelumnya di bawah naungan Front Pembela Islam yang dilarang,” ujarnya di Jakarta, Senin (11/1/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, keputusan pemerintah melarang semua kegiatan, penggunaan logo dan atribut Front Pembela Islam sudah tepat. Ia menginginkan keberadaan FPI dilarang dalam organisasi tanpa bentuk meski apapun produknya. Pemerintah Indonesia memiliki wewenang menghambat dan menindak organisasi yang telah dilarang.

Islah mengungkapkan, FPI baru harus dilarang karena hampir semua pengurusnya terdiri dari Front Pembela Islam.

“Bila tak segera dihentikan pergerakannya, maka pemerintah akan terkesan tak mampu dalam mengimplentasikan hukumnya sendiri,” ujar Islah.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni juga meminta FPI benar-benar jadi perhatian pemerintah. Menurutnya, jika ada tokoh Front Pembela Islam mendaftarkan nama FPI Baru, sudah sewajarnya ditolak.

Senada dengan Islah, Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI menginginkan pemerintah benar-benar memperhatikan FPI.

“Misal, FPI mengajukan organisasi namun pengurusnya sama dan dikenali, maka pemerintah terutama Kemenhukam perlu mereview dan menolak izinnya,” ujar Sahroni.

Sebelumnya, Kemenhukam dan Kemendagri telah melarang kegiatan, penggunaan simbol dan atribut Front Pembela Islam dengan berbagai pertimbangan. Pemerintah menilai FPI tidak bisa memenuhi Surat Keterangan Terdaftar sebagai organisasi masyarakat (ormas), diduga mendukung ISIS, sering meresahkan masyarakat, dan anggotanya banyak yang terlibat tindak pidana.

BACA JUGA :  Ganti Rugi Lahan dari Pertamina Bikin Warga Desa Ini Jadi Miliarder

Usai dibubarkan, Front Pembela Islam berganti nama menjadi Front Persatuan Islam, kemudian berganti lagi menjadi Front Persaudaraan Islam yang disebut FPI Baru. Mantan petinggi Front Pembela Islam seperti Shobri Lubis, Muchsin Ali Alatas serta Munarman telah mendeklarasikan dan menandatangani FPI Baru.

Diketahui sebelumnya, pemerintah secara resmi menetapkan membubarkan FPI, dan melarang segala bentuk aktivitas, kegiatan serta segala hal yang berkaitan dengan FPI berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri plus tiga lembaga negara pada Rabu lalu (30/12/2020), yang mengatur larangan kegiatan dan penggunaan simbol FPI di seluruh wilayah Indonesia. Aparat penegak hukum akan menindak seluruh kegiatan yang masih menggunakan simbol FPI.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *