Gempa Besar Guncang Sulbar, Kerusakan Dan Korban Jiwa Masih Didata

Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) tampak rusak parah akibat gempa bumi dengan magnitudo 6,2 SR pada Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 Wita. Ini merupakan gempa susulan, sebelumnya gempa terjadi pada Kamis (sumber foto wow.tribunnews.com)
Bagikan:

Mamuju – Gempa bumi dengan kekuatan 6.2 Skala Richter menguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (15/1/2020).

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada 6 kilometer timur laut Kota Majene, pada pukul 01:28:17 WIB.

Gempa ini menciptakan kerusakan yang cukup parah dan korban jiwa. Namun sampai saat ini belum ada data resmi mengenai jumlah korban dan kerusakan yang terjadi.

Rumah-rumah warga dan perkantoran di Majene dan Mamuju mengalami kerusakan cukup parah. Salah satu titik yang mengalami kerusakan parah adalah Kecamatan Kota Mamuju. Di lokasi itu rumah dinas Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah Sulbar runtuh.

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Barat se Indoneaia (KKMSB), Muhammad Asri Anas mengungkapkan, sejumlah gedung, kantor pemerintah, dan fasilitas umum runtuh total. Di antaranya Rumah sakit Mifta Manakarra dan dua hotel yaitu Grand Maleo dan Matos.

Saat ini sejumlah warga mengungsi ke daerah berketinggian karena takut terjadi tsunami. Sebagian lainnya memilih tidur di dalam mobil karena khawatir terjadi gempa susulan. Namun gempa ini tidak berpotensi tsunami menurut pantauan BMKG.

“Saat ini warga banyak yang meninggalkan rumah dalam keadaan rusak parah,” kata mantan anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI dari Sulbar ini.

Musibah ini membawa duka mendalam bagi masyarakat Majene yang dua hari sebelumnya ditimpa banjir, tanah losor, dan angin kencang. Sebelumnya, beberapa kawasan di Kabupaten Majene dilanda hujan deras hingga menyebabkan banjir setinggi lutut orang desa.

Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Selatan dan Sulawesi barat sempat terputus karena pepohonan tumbang dan melintang di jalan. Beberapa jembatan juga putus diterjang banjir bandang.

Seiring datangnya musim penghujan, berbagai bencana mengancam provinsi di tepi barat pulau Sulawesi ini. Hal ini menjadi ujian tersendiri bagi warga Sulbar yang saat ini juga terdampak Pandemi Covid-19.

BACA JUGA :  Sambil Makan Rendang, Jokowi Minta Malaysia Urusi Penempatan TKI

Asri Anas mengimbau Pemerintah Daerah sigap melakukan mitigasi bencana secara cepat dan cermat, karena masyarakat banyak yang tak bisa mendiami rumahnya karena bencana beruntun ini.

“Bencana datang bertubi-tubi di saat warga terkena dampak wabah Covid-19. Semoga warga Mamuju diberi kekuatan menghadapinya,” katanya.

Asri berharap pemerintah daerah dan masyarakat Sulbar bersabar sembari bersiap diri menghadapi kemungkinan terburuk, mengingat musim penghujan masih akan panjang.

Provinsi Sulawesi Barat adalah satu dari 10 wilayah dengan risiko bencana tertinggi di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menempatkan Majene di urutan ke delapan dari 10 besar daerah rawan di lingkup cincin api Indonesia.

Untuk itu Majene mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dan telah dimasukkan dalam daftar 44 kabupaten/kota yang masuk dalam daerah risiko tinggi bencana tahun 2019-2023. Atas dasar itu, ia berharap Pemda Sulbar dan Kabupaten Majene telah memiliki rencana mitigasi yang matang.

“Sesuai undang-undang Nomor 24 tahun 2007, pemerintah daerah wajib menyusun rencana penanggulangan bencana. Bila terjadi hal seperti ini gerakannya harus cepat,” tambahnya. Dengan perencanaan yang matang, upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Majene bisa berjalan baik dan efektif.

Kewaspadaan terhadap bencana penting pula dimiliki masyarakat karena fenomena alam ini berjalan bagai siklus yang berulang. Belum lama ini, lanjut Asri, fenomena angin Monsun Australia telah masuk dalam prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Angin ini dapat memicu gelombang pasang di daerah pesisir. “Hal itu harus diwaspadai oleh warga yang tinggal di pantai Sulbar,” pungkasnya. (Mjr/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *