Gempa Sulbar Putus Akses Jalan, Anggota Komite II DPD Minta Dinas PU Segera Bergerak

Bagikan:

JAKARTA- Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,2 yang terjadi di Majene dan berdampak ke Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), menyebabkan banyak akses jalan terputus. Anggota Komite II DPD RI Alexander Fransiscus meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) segera bergerak melakukan penanganan darurat.

“Saya menyampaikan keprihatinan atas gempa yang terjadi di Sulbar yang cukup berdampak terhadap saudara-saudara kita di Majene dan Mamaju,” ungkap Alexander Fransiscus, Jumat (15/1/2021).

Bacaan Lainnya

Akibat rangkaian gempa yang terjadi sejak Kamis (13/1), banyak korban berjatuhan. Hingga Jumat siang pukul 13.40 WIB, tercatat ada 27 orang meninggal dunia, 637 luka-lula, dan 15.000 orang mengungsi. Bahkan 8 orang di Mamuju dilaporkan terjebak di reruntuhan rumah akibat gempa.

BACA JUGA :  PA 212 Ancam Bakal Turun ke Jalan Bila Abu Janda Tidak Ditangkap

“Dukacita mendalam saya ucapkan untuk para korban meninggal akibat gempa di Majene dan Mamuju. Dan semoga korban yang luka-luka bisa segera pulih kembali,” sebut Alexander.

Gempa dangkal yang terjadi di Sulbar ini juga dirasakan cukup hebat di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga Kalimantan Timur (Kaltim). Gempa pun merusak banyak fasilitas umum (fasum).

Di Kabupaten Majene, setidaknya 1 unit puskesmas rusak berat. Kemudian juga kantor Koramil Malunda dilaporkan rusak. Sementara itu di Mamuju, gempa menyebabkan kantor Gubernur Sulbar ambruk. Rumah sakit juga dilaporkan rusak di ibu kota provinsi itu.

Alexander berharap agar ada solusi cepat terhadap kantor gubernur dan rumah sakit yang rusak parah ini. Pelayanan publik, ditegaskannya, harus diutamakan.

“Sebagai upaya darurat, kantor gubernur bisa dipindahkan terlebih dahulu di tempat sementara sambil menunggu perbaikan. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang rusak juga harus menjadi prioritas untuk diperbaiki. Pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terhenti,” ucap Alexander.

BNPB juga menyebut gempa menyebabkan longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju yang membuat 62 rumah rusak berat. Bahkan jembatan arteri akses menuju Mamuju-Majene dari Makassar, Sulawesi Selatan, juga rusak.

“Kita harapkan penanganan darurat terhadap akses jalan yang terputus bisa segera dilakukan. Apabila Dinas PU di Majene dan Mamuju juga ikut terdampak, kami harapkan ada bantuan dari dinas-dinas di kabupaten/kota terdekat, termasuk alat-alat berat seperti ekskavator,” sebut Alexander.

Senator asal Dapil Bangka Belitung ini menekankan perlunya penanganan darurat terkait fasilitas umum. Alexander menyebut, bantuan akan sulit disalurkan kepada warga bila akses jalan terputus.

“Bahkan BPBD setempat melaporkan keterbatasan alat-alat untuk melakukan evakuasi. Ini harus mendapat penanganan secepatnya karena menyangkut nyawa warga,” tuturnya.

Gempa juga mengakibatkan putusnya aliran listrik karena kantor PLN mengalami kerusakan parah. Komunikasi selular pun dilaporkan tidak stabil di Mamuju dan Majene.

“Penanganan darurat sudah dilakukan oleh berbagai pihak mulai dari BPBD, Basarnas, teman-teman dari TNI/Polri dan para sukarelawan. Kita harapkan semoga tidak ada lagi gempa susulan,” kata Alexander.

Salah satu senator muda ini pun mengingatkan pentingnya kebutuhan warga korban gempa terpenuhi. Alexander juga menekankan agar protokol kesehatan tetap dijalankan di tempat pengungsian.

“Supaya tidak ada penyebaran virus Corona yang bisa menyebabkan penanganan terhadap bencana menjadi lebih berat lagi. Jadi selain kebutuhan pokok seperti makanan, selimut, dan terpal, kebutuhan pengungsi juga harus dilengkapi masker dan hand sanitizer,” tambah dia.

BACA JUGA :  SK Presiden Turun, Bustami Zainudin: Inilah Harapan Petani Menata Ekonomi

Gempa di Sulbar ini sempat menyebabkan sejumlah warga mengungsi ke gunung karena takut adanya tsunami. BMKG juga sudah memberi warning adanya potensi tsunami jika gempa susulan terjadi.

“Tim SAR harus siaga dan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Warga punya pengalaman melihat gempa di Sulteng yang menyebabkan tsunami dan likuifaksi tanah. Jangan sampai kepanikan justru akan membuat chaos dan menyebabkan jatuhnya korban,” imbau Alexander.

Alexander juga mengingatkan pendataan yang valid terhadap kerusakan rumah warga. Komite II DPD yang salah satu bidang kerjanya mengurusi masalah Pekerjaan Umum akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR.

“Meski ini penanganan pasca-bencana, pemerintah tetap harus mempersiapkannya sejak dini,” tutup Alexander. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *