Guru Silat Habisi Nyawa Pemuda Dalam Duel Maut di Malam Tahun Baru

Bagikan:

Jombang – Seorang pemuda di Dusun Besuk Agung, Peterongan, Jombang berinisial SK (22) tewas di malam tahun baru setelah berduel dengan AJ (26), seorang guru silat di Dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Tembelang, Jombang pada malam tahun baru, Kamis malam (31/12/2020). SK tidak tewas di tempat duel, melainkan di rumah temannya, Adi (19) yang masih satu dusun dengan korban.

“Pertarungannya tidak seimbang. SK beberapa kali tersungkur terkena pukulan dan tendangan Jamil. Korban ditendang kakinya hingga terpelanting ke belakang, kepalanya terbentur jalan paving. Setelah duel, kondisi korban lemas,” ungkap Kepala Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Jombang Ipda Aspio Tri Utomo kepada wartawan, Sabtu (2/1/2021).

BACA JUGA :  Nyabu di dalam Ruangan RSUD, Dua Orang Perawat Digelandang Polisi

Utomo menjelaskan, SK bukanlah murid silat. Ia bahkan tidak bisa ilmu bela diri. Duel berat sebelah itu pun dimenangkan oleh AJ. SK yang lemas kemudian diantar oleh tiga temannya, yaitu FR (20), AD (20), dan GT (20) ke rumah Adi. Pada Jumat sekitar pukul 01.00 WIB, SK yang lemas pun tak sadarkan diri. Satu jam berselang korban pun mengembuskan napas terakhirnya.

Di hari yang sama, polisi pun bergerak cepat. Sekitar pukul 06.00 WIB jajaran Satreskrim Polres Jombang meringkus AJ beserta dua orang lainnya yang diduga terlibat, yakni KR (19) dan AS (18). Setelah melakukan penyelidikan dan keterangan dari ketiga saksi, yaitu FR, AD, dan GT, polisi pun menetapkan AJ, KR, dan AS sebagai tersangka.

“JA dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia dengan hukuman penjara 7 tahun. Sementara dua tersangka lainnya dijerat Pasal 351 ayat (3) juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP karena turut serta dalam penganiayaan,” papar Utomo.

Duel antara kedua pemuda tersebut bermula dari unggahan SK di Facebook beberapa waktu lalu. SK mengunggah foto dirinya sedang mengenakan seragam salah satu perguruan silat. Tapi SK bukanlah anggota perguruan silat tersebut. KR, anggota perguruan silat yang seragamnya dipakai oleh SK tidak terima saat melihatnya. Ia pun meminta korban meminta maaf.

Kemudian di malam tahun baru, sekitar pukul 20.30 WIB, korban dijemput ketiga temannya, FR, AD, dan GT. FR dan AD merupakan anggota perguruan silat yang sama, sedangkan GT bukan anggota perguruan silat. Mereka pun membawa korban ke rumah JA. Di sana juga sudah menunggu KR dan AS.

“Korban sudah minta maaf dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Kemudian AS meminta korban berduel sebagai bukti kejujuran korban,” kisah Utomo.

Saat itulah JA langsung menawarkan diri untuk berduel dengan SK. Korban sempat memilih lawan duel yang lain karena sadar tidak menguasai ilmu bela diri. Namun JA tetap memaksa SK untuk berduel dengannya. Dalam duel itu, AS berperan sebagai wasit. Tidak ada yang melerai duel tersebut. Duel baru berhenti saat SK sudah terkulai lemas. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *