Hadiri Panggilan Polda Metro, Ketua Umum FPI Diperiksa 13 Jam

Bagikan:

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Shobri Lubis dan Panglima Laskar Pembela Islam (LPI), Maman Suryadi datang ke Mapolda Metro Jaya memenuhi panggilan Kepolisian dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus kerumunan massa di Petamburan.

Shobri Lubis bersama rombongan tiba di Polda Metro Jaya, Senin (14/12/2020), sekitar pukul 10.00 WIB pagi, dengan didampingi oleh tim pengacara FPI.

Aziz Yanuar, salah seorang dari tim pengacara FPI menyampaikan, ada sekitar 63 pertanyaan yang disampaikan oleh pihak penyidik kepada ketua umum FPI tersebut. Sementara, Panglima LPI, Maman Suryadi dicecar sekitar 62 pertanyaan oleh penyidik.

“Kyai Haji Shobri Lubis mendapat kurang lebih 63 pertanyaan. Kalau ustadz Maman Suryadi 62 pertanyaan tadi,” ungkap Aziz kepada awak media.

Aziz menyampaikan, selain pertanyaan-pertanyaan tentang substansi perkara kerumunan massa yang terjadi di Petamburan dalam acara Maulid Nabi sekaligus acara pernikahan putri Habib Rizieq Syihab (HRS), pihak penyidik juga menyampaikan puluhan pertanyaan terkait dengan data pribadi Shobri Lubis, aktivitasnya, dan beberapa pertanyaan personal lainnya.

Aziz juga mengungkapkan, bahwa selama menjalani pemeriksaan, ada puluhan pertanyaan yang tak dijawab oleh Shabri maupun oleh Maman. Pertanyaan yang tidak dijawab tersebut terkait dengan peristiwa detail kerumunan massa yang terjadi di Petamburan dan hal-hal teknis lainnya.

Alasannya, menurut Aziz, karena mereka tak mengetahui secara detail ihwal kerumunan massa yang terjadi saat acara di Petamburan tersebut.

“Karena memang yang bersangkutan banyak tidak mengetahui secara detail peristiwa tersebut. Ustadz Maman kan mobile, harus ke sana ke mari. Sementara Kyai Shobri Lubis juga enggak memperhatikan terlalu detail hal-hal yang memang dia enggak tahu,” ungkap Aziz.

Terkait hal ini, Aziz juga menjelaskan bahwa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penyidik adalah hak terperiksa. Sehingga, saat terperiksa tidak bisa atau tidak berkenan menjawab pertanyaan-pertanyaan karena tidak mengetahui secara detail peristiwanya, maka hal itu juga harus dihormati oleh penyidik.

BACA JUGA :  Aa’ Gym: Presiden dan Wakil Presiden Harus Berani Divaksin Dulu

“Itu memang hak daripada terperiksa, dan itu bisa disampaikan. Alhamdulillah, pihak penyidik juga menghormati dan tinggal menuangkan ke dalam BAP,” tutur Aziz.

Aziz juga menyebut, bahwa kedua tersangka telah selesai menjalani pemeriksaan. Namun, keduanya masih harus menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Rizieq Shihab.

“Kalau untuk yang sebagai saksi atas HRS itu baru mau mulai, jadi masih lama banget, makanya masih akan berjalan prosesnya,” ujar Aziz

Sementara, saat ditanya oleh awak media terkait apakah kedua tersangka bakal ditahan atau tidak oleh Polda Metro Jaya, Aziz tidak bisa menjawabnya. Sebab menurutnya, kewenangan penahanan ada di tangan penyidik.

Diketahui, dalam kasus kerumunan massa ini, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah Habib Rizieq Shihab, Shobri Lubis, dan Maman Suryadi, Haris Ubaidillah, Ali Bin Alwi Alatas, dan Idrus.

Habib Rizieq sendiri dijerat Pasal 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP dalam kasus ini. Sedangkan, lima tersangka lainnya dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

(Nad)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *