Harga Cabai Melangit, Alexander Fransiscus Dorong Kemendag Operasi Pasar

Bagikan:

JAKARTA- Anggota Komite II DPD RI Alexander Fransiscus mendorong digelarnya operasi pasar demi menurunkan lonjakan harga cabai beberapa waktu terakhir. Harapannya, harga cabai yang melangit bisa segera stabil.

“Kenaikan harga cabai sudah cukup lama ya. Saya kira sudah waktunya Kemendag menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga cabai,” ujar Alexander Fransiscus, Rabu (13/1/2021).

Bacaan Lainnya

Pusat Informasi Harga Pangan Nasional mencatat kenaikan harga cabai rawit merah tembus di kisaran hingga sekitar Rp 80 ribu/kg. Bahkan di beberapa daerah, harga cabai rawit merah ada yang mencapai hingga Rp 100 ribu/kg.

BACA JUGA :  Rekrutmen dan Pengangkatan Guru Tak Bisa Ditunda, Riri Damayanti: Ini Kebutuhan Nasional

“Kemendag perlu berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengatasi melonjaknya harga cabai. Koordinasi juga diperlukan untuk mengetahui ketersediaan stok cabai,” kata Alexander.

“Saya kira tingginya harga cabai ini karena pengaruh dari pasokan dan permintaan. Kemendag juga perlu meminta pedagang cabai untuk menurunkan harga ke konsumen,” sambungnya.

Ada beberapa faktor yang disebut mempengaruhi tingginya harga cabai rawit merah. Mulai karena musim hujan yang menyebabkan gagal panen, serangan hama, pandemi Corona, hingga pengaruh libur panjang Natal dan Tahun Baru.

“Karena ada penundaan jadwal petik karena libur panjang sehingga membuat stok cabai di pasaran terganggu,” sebut Alexander.

Tingginya harga cabai ini diprediksi menyumbang inflasi pada Januari 2021. Untuk itu, Alexander meminta pemerintah segera mengatasi permasalahan harga cabai agar dampaknya tidak berkepanjangan terhadap perekonomian nasional.

“Harus ada langkah-langkah agresif untuk menurunkan harga cabai. Pemerintah harus memperkuat koordinasi antar-otoritas terkait,” imbau senator muda ini.

Tingginya harga cabai membuat para pedagang yang menggunakan cabai sebagai salah bahan dagangannya sangat terdampak. Para pedagang makanan diimbau agar menyiasati dagangannya agar tidak merugi.

BACA JUGA :  Kebijakan Keringanan Tagihan Listrik Bagi Pengusaha Diminta Tak Dipersulit Hal Teknis

“Harga cabai rawit yang meroket ini pasti membuat pedagang makanan menjerit. Pedagang makanan, khususnya yang menggunakan sambal, harus pintar-pintar,” ucap Alexander.

Senator Dapil Bangka Belitung (Babel) itu menyarankan pedagang untuk membuat sambal dengan meracik cabai rawit dicampur dengan cabai merah atau cabai rawit hijau. Alexander yakin pembeli akan memakluminya karena tahu harga cabai rawit merah sedang melambung.

“Kan harga cabai merah rawit hijau dan cabai merah besar tidak naik tinggi ya. Saya yakin pembeli juga akan memakluminya,” sebutnya.

“Semoga pemerintah segera bisa mengatasinya sehingga harga cabai rawit merah stabil kembali,” tambah Alexander. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *