Hari Ini Gerhana Matahari Total, Lapan: Tak Nampak Dari Indonesia

Bagikan:

Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) satu-satunya yang terjadi pada tahun ini dilaporkan akan terjadi pada Senin (14/12/2020). Fenomena langka saat bulan sepenuhnya menutupi matahari tersebut akan menciptakan kegelapan sementara di beberapa wilayah di Amerika Selatan dan beberapa wilayah samudra Pasifik dan Atlantik

Dilansir dari kantor berita CBS News, GMT akan terlihat di wilayah Chili dan Argentina. Menurut NASA, jalur GMT membentang dari Saavedra, Chili ke Salina del Eje, Argentina.

NASA juga menyampaikan sebagian gerhana berada di luar jalur GMT. Untuk itu, NASA mengimbau bagi mereka yang ingin melihat terjadinya GMT ini untuk melihat peta NASA. Agar mengetahui, apakah wilayahnya dilalui GMT atau tidak.

Dilansir dari Space, gerhana fase parsial pertama akan dimulai pada 8:33 a.m. EST atau 20.33 WIB dan terlihat di Samudra Pasifik, ribuan mil di lepas pantai tenggara Kepulauan Hawaii. Fase total gerhana pertama akan terlihat hampir satu jam kemudian pada pukul 09.32.m. EST atau 21.32 WIB. Dan, siapa pun di jalur GMT hanya memiliki waktu sekitar 2 menit dan 10 detik untuk melihat gerhana total dalam kondisi cuaca cerah.

Sementara itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan, GMT kali ini tidak bisa disaksikan di wilayah Indonesia karena tidak memenuhi syarat terjadinya GMT.

Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto menjelaskan Gerhana Matahari Total yang berlangsung pada 14 Desember 2020 berlangsung singkat, sehingga hanya bisa dilihat di sebagian wilayah Bumi. “Gerhana Matahari Total terjadi pada waktu yang singkat di lokasi tertentu di permukaan Bumi mengingat syarat terjadinya GMT yang amat ketat,” tutur Rhorom.

Rhorom menjelaskan syarat ketat terjadinya GMT yakni ketika Bulan dan Matahari sama-sama berada dekat dengan titik simpul orbit Bulan mengitari Matahari. Titik simpul ini adalah perpotongan bidang orbit Bulan dan bidang orbit Bumi (ekliptika).

BACA JUGA :  Cukup dari Ponsel, Petani Bisa Ajukan KUR ke BCA Hingga Rp200 Juta

Ketika pertemuan titik simpul terjadi, itu menjadi tanda terjadi gerhana. Pada praktiknya, bisa menyebabkan terjadi Gerhana Matahari atau Gerhana Bulan.

Ketika Bulan dan Matahari berada hampir segaris saat bertemu di titik simpul ini jika diamati dari Bumi, maka gerhana Matahari total dapat terjadi.

Pada peristiwa GMT hari ini, wilayah Indonesia tak kebagian menyaksikan lantaran gerhana terjadi ketika wilayah Indonesia tak sedang menghadap Matahari alias saat malam tiba.

“Maka dari itu, GMT tidak dapat disaksikan secara langsung dari wilayah Indonesia. GMT kali ini akan terjadi sekitar pukul 23.12-23.15 WIB dan dapat teramati di sebagian wilayah Amerika Selatan, seperti Chile dan Argentina,” ujarnya.

(Nad)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *