Hati-hati! Kurus Belum Tentu Terbebas dari Penyakit

Perbandingan tubuh gemuk dan kurus. Foto: Tinny Photo/Shutterstock
Bagikan:

Jakarta – Kebanyakan orang beranggapan memiliki tubuh kurus lebih sehat dibandingkan tubuh gemuk. Hal ini dikarenakan tubuh gemuk lebih rentan terhadap penyakit diabetes, jantung, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Namun siapa sangka, memiliki tubuh kurus bukan berarti telah terbebas dari penyakit.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nutrition, Metabolism, and Cardiovascular Diseases menyatakan, orang yang bertubuh kurus memiliki presentase lemak tubuh yang sama dengan orang-orang yang mengalami obesitas. Fenomena seperti ini disebut Thin Outside, Fat inside (TOFI).

Bacaan Lainnya

Selain itu menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, orang yang bertubuh kurus termasuk dalam pra-diabetes dan secara metabolik tergolong obesitas. Gejala-gejala yang timbul seperti tekanan darah tinggi, kadar glukosa tinggi, dan kolesterol tinggi.

Orang yang bertubuh kurus harus lebih berhati-hati terhadap kesehatannya karena cadangan lemak tubuh malah menumpuk di sekitar organ vital.Lemak lebih banyak menumpuk di sekitar jantung, ginjal, pankreas dan hati dibandingkan pada area paha. Lemak ini biasa disebut lemak viseral. Lemak ini tergolong lemak yang paling berbahaya karena dapat meningkatkan seseorang terkena diabetes, jantung, stroke, dan hipertensi.

Tanpa disadari anggapan bahwa memiliki tubuh kurus lebih sehat dibandingkan yang gemuk, membuat seseorang mengabaikan gaya hidup sehat, seperti merokok, kurang olahraga, makan makanan cepat saji, dan lain-lain. Kondisi tubuh yang tetap kurus meskipun tidak menerapkan gaya hidup sehat membuat seseorang lupa untuk mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini karena merasa berat badan aman dan tidak bertambah.

BACA JUGA :  Lebih Berbahaya Makanan Atau Minuman Manis, Ini Penjelasannya

Mengontrol asupan makanan dan rajin berolah raga menjadi cara membuat Anda yang bertubuh kurus lebih sehat. Selain itu lakukanlah hal-hal yang dapat mengurangi stres seperti meditasi atau mendengarkan musik. Stres dapat memicu tekanan darah meningkat. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *