Hindari Pemalsuan, Senator Dapil Papua Minta Pihak Bandara Cermat Periksa Surat PCR

Herlina Murib - Anggota Komite III DPD RI (Foto DPD RI)
Herlina Murib - Anggota Komite III DPD RI (Foto DPD RI)
Bagikan:

Polisi mengamankan sindikat pemalsu surat swab Polymerase Chain Reaction atau PCR. Anggota Komite III DPD RI, Helina Murib mengatakan tindakan para pelaku jahat karena melakukan penipuan terhadap masalah kesehatan.

“Menipu-nipu urusan kesehatan itu jahat sekali. Saya rasa tindakan para pelaku tidak bisa ditolerir,” ujar Helina Murib, Jumat (8/1/2021).

Modus yang dilakukan para pelaku adalah menjual surat swab PCR tanpa tes untuk digunakan sebagai syarat perjalanan. Untuk diketahui, salah satu syarat penerbangan di masa pandemmi virus Corona (Covid-19) bagi calon penumpang adalah surat hasil tes swab PCR yang menyatakan bebas Corona.

Ada 3 orang tersangka yang ditangkap polisi. Pelaku menawarkan surat swab PCR palsu melalui media sosial dengan hanya bermodalkan file pfd perusahaan lab yang dipalsukan. Mereka memalsukan surat swab PCR dengan cara memasukkan data KTP pemesanan ke pdf itu.

“Para pelaku menurut saya tidak memiliki hati nurani. Mereka tidak memikirkan calon penumpang lain atas risiko Covid. Bagaimana kalau orang yang memesan ternyata terpapar Corona? Kan bahaya karena bisa menyebarkan ke penumpang pesawat lainnya,” ucap Helina.

Senator Dapil Papua ini meminta polisi mengusut tuntas kasus pemalsuan surat swab PCR itu. Helina meminta pelaku dihukum tegas atas perbuatan mereka.

“Saya meminta para pelaku dihukum yang setimpal agar jera. Memang kesannya sepele hanya memalsukan surat, tapi perbuatan mereka sangat membahayakan orang lain,” katanya.

“Perbuatan para pelaku juga akan mempengaruhi dan bisa menggagalkan upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 karena jika pemegang surat PCR palsu itu ternyata positif Covid maka akan menjadi klaster-klaster Corona baru,” imbuh Helina.

Helina juga menyayangkan karena salah satu tersangka merupakan mahasiswa kedokteran. Ia berharap tak ada lagi kasus serupa karena kasus ini dinilai sangat meresahkan.

BACA JUGA :  Polis Ringkus Residivis Yang Tewaskan Karyawati Bank di Bali

“Kok bisa seorang calon dokter melakukan penipuan kesehatan. Kan tegas sekali. Dokter ini kan salah satu profesi pengabdian kepada masyarakat. Kenapa pelaku malah justru mengambil keuntungan dengan membahayakan nyawa orang lain. Semoga tidak terulang lagi,” tutur Helina.

Pihak bandara juga diminta untuk cermat dalam memeriksa surat hasil tes PCR calon penumpang. Menurut Helina, perlu ada metode khusus yang dilakukan untuk mengetahui keaslian surat hasil tes swab PCR.

“Pihak bandara harus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan instansi terkait untuk memonitor apakah surat PCR yang dibawa asli atau palsu. Ini bagian yang sangat penting sehingga tidak ada lagi pembawa surat palsu lolos pemeriksaan,” tegasnya.

Helina pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergoda melakukan penipuan, demi kemudahan melakukan perjalanan saat pandemi. Ia menyebut, peran serta masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona merupakan garda terdepan menyelesaikan pandemi.

“Saya meminta masyarakat agar tidak mencontoh perilaku penipuan surat swab PCR. Ini bukan hanya sekedar mendapat surat agar bisa bepergian. Ini adalah urusan keselamatan,” sebut Helina.

“Lebih baik melakukan tes Covid
dengan jujur agar tidak membahayakan diri sendiri dan nyawa orang lain,” tambahnya.

Komite III yang salah satu bidangnya mengurusi urusan kesehatan memastikan akan mengawal kasus penipuan surat swab PCR itu. Masyarakat juga diharapkan melakukan pengawasan. (ijs/elz).

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar