HMI Berduka, Mantan Ketuanya Jadi Salah Satu Korban Sriwijaya Air

Mulyadi P Tamsir saat terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI tahun 2015. (Foto : PB HMI)
Bagikan:

Jakarta – Di antara penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Sabtu kemarin adalah mantan ketua umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Periode 2015-2017, Mulyadi P Tamsir.

Pria yang juga menjabat sebagai salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini terbang bersama istri dan mertuanya.

“Benar sekali, salah satu korban Sriwijaya Air ini adalah mantan ketua kami, ” kata Ketua PB HMI, Arya Kharisma Hardy, (10/1/2021).

Arya memastikan informasi ini di crisis center Bandara Soekarno Hatta dan memastikan nama Mulyadi dan keluarga berada dalam daftar 50 orang yang ada dalam manifes pesawat Boeing 737-524 PK-CLC tersebut.

Sebanyak 50 penumpang pesawat naas ini terdiri dari 40 orang dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi.

“Sepanjang sore kemarin sampai saat ini nomor ponsel korban sudah tidak dapat dihubungi,” tambah Arya.

Sebelumnya Arya dikabari tentang keberadaan Mulaydi pada pesawat Sriwijaya yang jatuh di perairan kepulauan Seribu itu, namun tak ada yang memastikan kabar ini secara valid.

Ia kemudian mencari kepastian ke Posko crisis center Sriwijaya Air di Terminal 2D dan menemukan nama Mulyadi berada di urutan nomor 27 daftar penumpang. Sementara istrinya, Makrufatul Yeti, berada di nomor 26, dan mertuanya Khasanah tertera di nomor 28.

Mulyadi dilahirkan di Lampung, 8 April 1981, dari pasangan Ponijan dan Katimah yang berasal dari Kabupaten Jember, Jawa Timur. Keluarga ini hijrah ke Sintang, Kalimantan Barat sejak Mulyadi berusia 4 tahun.

Mulyadi mendapatkan gelar sarjana ilmu sosial dari Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik Universitas Kapuas Program Studi Ilmu Administrasi Niaga.

BACA JUGA :  Sriwijaya Air Jatuh Saat Kondisi Perusahaan Sedang Sakit

Di kampus inilah ia memulai aktif sebagai anggota Komisariat HMI di tingkat fakultas dan terus berkarir di organisasi ekstra kampus itu hingga menjadi Ketua Umum di tingkat pusat.

Pada Juni 2009 Mulyadi melanjutkan pendidikannya ke jenjang Strata 2 pada Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia, Malang.

Lalu tahun 2011 ia kembali mengambil jenjang yang sama pada Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta. Selamat jalan Kanda! (Ijs/Mjr)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *