Ini Alasan Rizieq Shihab Menolak Diperiksa Kasus Tes Swab

Muhammad Rizieq Shihab (HRS) (HRS) di Bareskrim Polri. (Foto: Dok. Polri)
Muhammad Rizieq Shihab (HRS) di Bareskrim Polri. (Foto: Dok. Polri)
Bagikan:

Jakarta – Habib Rizieq Shihab (HRS) menolak diperiksa dalam kasus tes swab Rumah Sakit (RS) Ummi, Bogor. Sesuai jadwal, HRS bakal menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri kemarin sore.

“Kalau Habib Rizieq tidak bersedia diperiksa. Jadi pemeriksaan mulai sekitar pukul 15.30 WIB (Jumat 15/1), administrasi beres pas magrib. Jadi beres (administrasi) langsung (nggak diperiksa),” kata pengacara HRS, Aziz Yanuar, Sabtu (16/1/2021).

Bacaan Lainnya

Aziz menyebut, HRS menolak diperiksa kasus tes swab itu karena dirinya ingin fokus pada dua kasus yang menjeratnya sebagai tersangka yang juga tengah dalam pemeriksaan.

HRS sendiri punya tiga status tersangka yang berbeda. Pertama terkait kasus penghasutan kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Bogor.

Kembali ke pemeriksaan kasus swab Habib Rizieq, pihak pengacara menyebutkan kini Habib Rizieq tengah berfokus pada dua kasus tersebut.

BACA JUGA :  Bencana Guncang Indonesia, Habib Ali Alwi Imbau Masyarakat Banten Tingkatkan Kewaspadaan

“Beliau sudah menjadi tersangka dalam dua kasus lainnya kan, di kerumunan Megamendung dan pertama kerumunan di Pertamburan yang menjadikan beliau tersangka yang awal dan menyebabkan ditahan. Oleh karena itulah beliau mau fokus di dua kasus tersebut,” terang Aziz.

Sementara itu, menantu HRS, Muhammad Hanif Alatas telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di kasus tes swab. Dicecar 48 pertanyaan oleh penyidik selama 8 jalm di Bareskrim.

Aziz Yanuar menyebut, kliennya kooperatif saat menjalani pemeriksaan sehingga pihak Bareskrim tidak menahannya.

Dalam kasus swab tersebut, Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka, yaitu HRS sendiri, menantunya Muhammad Hanif Alatas dan Direktur Utama (Dirut) RS Ummi Bogor Andi Tatat.

Kasus RS Ummi terkait tes swab Habib Rizieq bermula saat Andi Tatat dilaporkan ke polisi. Andi Tatat dilaporkan Satgas COVID-19 Kota Bogor dengan laporan bernomor LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA tertanggal 28 November 2020.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *