Ini Enam Daerah Jawa Barat yang Masuk Zona Merah!

Pejalan kaki melintasi depan menara Masjid Raya Bandung. Kota Bandung berstatus zona merah Covid-19.
Pejalan kaki melintasi depan menara Masjid Raya Bandung. Kota Bandung berstatus zona merah Covid-19. (Foto; Armin Abdul Jabbar)
Bagikan:

Bandung – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan ada enam kota/kabupaten yang masih masuk dalam kategori zona merah penyebaran virus Covid-19 di Jawa Barat.

Kang Emil -julukan Ridwan Kamil- mengatakan, enam kabupatan/ kota tersebut di antaranya, Kota Bekasi, dan Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung Barat. Kabupaten Karawang menjadi daerah yang berada di level kewaspadaan risiko tinggi Covid-19 terlama yakni hingga enam pekan berturut-turut.

Bacaan Lainnya

“Pekan ini, ada enam daerah zona merah penyebaran Covid-19. Kabupaten Karawang menjadi salah satu daeah yang masih memprihatinkan karena menduduki peringkat pertama selama enam pekan berturut-turut di Jawa Barat,” ujar Kang Emil di jumpa pers di Makodam Siliwangi, Senin (18/1/2021).

Ia mengatakan, bila Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Jabar akan mendatangi Karawang untuk membantu proses penanganan di sana.

“Pemprov Jawa Barat dan Satgas akan bekerjasama untuk melakukan kunjungan kerja secepatnya di daerah Karawang.

Pemprov Jawa Barat juga mencatat zona merah Covid-19 berada di enam wilayah, diantaranya Kabupaten Karawang, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Depok pada pekan sebelumnya.

Selain itu, bila melihat catatan kepatuhan penerapan protokol kesehatan, Emil menuturkan jika Bekasi mendapat penilaian paling disiplin mengenakan masker dan menjaga jarak. Sedangkan, Kota Depok menjadi salah satu daerah yang paling tidak mematuhi aturan jaga jarak.

Emil menambahkan, Tasikmalaya menjadi daerah yang paling tidak mematuhi mengenakan masker. Semua penilaian dari Pemprov Jabar berdasarkan data laporan Satpol PP, TNI, dan Polri.

BACA JUGA :  Baru Surut, Tiga Dusun di Jombang Kembali Diterjang Banjir

“Untuk itu, saya mengapresiasi daerah yang sudah patuh protokol kesehatan dan tolong dipertahankan. Adapun daerah yang belum mematuhi prokes, saya titip kepada wali kota/bupati untuk terus mengedukasi masyarakatnya karena tingkat kepatuhan di Jawa Barat itu antara 60-70 persen,” imbuhnya.

“Bila melihat data sebelum PPKM, angka kepatuhan hanya 50-an persen. Namun, saat PPKM, naik warga yang memakai masker ke angka 70-an persen dan menjaga jarak sekitar 60-an persen,” ujarnya.

Melihat kepadatan rumah sakit, Kang Emil mengungkapkan, jika saat ini sudah mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan, adanya fasilitas kesehatan di berbagai gedung instansi negara yang menjadi tempat perawatan pasien positif Covid-19.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama antara pemerintah dengan pihak swasta, berbagai fasilitas ruang isolasi baik di Secapa, Kota Bogor, dan lain-lain bertambah. Maka, tingkat keterisian Pemprov Jabar bisa turun lebih dari lima persen, yang tadinya 77,87 persen sekarang 72 persen. Semoga, hingga seterusnya bisa berkurang drastis,” ucapnya.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *