Ini Kata DPD Soal Penembakan Dua Prajurit TNI

Bagikan:

Intan Jaya – Anggota Komite I DPD RI, Filep Wamafna mengecam aksi teror yang dilakukan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) terhadap prajurit TNI dari Yonif Raider 400/BR yang terjadi di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat (22/1) lalu. Dalam kontak senjata tersebut, dua prajutit TNI gugur.

Kedua prajut TNI, Pratu Roy Vebrianto ditembak secara membabi buta sesaat dirinya usai melaksanakan ibadah salat Subuh di Pos Titigi Yonif Raider 400/BR, sedangkan Pratu Dedi Hamdani dari Pos Hitadipa, ditembak saat mengejar KSB yang melakukan penembakan terhadap Pos Titigi.

“Kami mengecam aksi penembakan yang dilakukan KKB. Ini benar-benar mencederai nurani kita, apalagi kejadia penembakan dilakukan saat prajurit TNI tengah melaksanakan ibadah. Sungguh tidak punya hati nurani,” kata Filep dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/1/2021).

Anggota DPD dari Dapil Papua Barat ini meminta kepada seluruh aparat penegak hukum di Sugapa, ibu kota Intan Jaya, agar meningkatkan kewaspadaan dan bersiaga menghadapi serangan KKB. Sebab, peristiwa kontak senjata, kerap terjadi pada saat situasi tengah lengang sehingga tidak ada kesiapan dari prajurit.

“Jadi semua yang sedang bertugas, harus meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi adanya kontak senjata. KSB ini merupakan ekstrimis yang membabi buta, tidak punya belas kasihan dan melakukan serangkaian tidak kejahatan, jadi harus diwaspadai segala tindak tanduknya,” jelas dia.

Filep yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari ini melanjutkan, konflik Intan Jaya ini menurut catatan pribadinya telah lama terjadi selain TNI dan Polri yang gugur ada juga masyarakat sipil yang meninggal sehingga segera tangkap dan ungkap semua kejadian dan tindakan kekerasan yang terjadi di Intan Jaya dan beberapa daerah konflik lain di Papua.

BACA JUGA :  Demokrat Desak Moeldoko Turun dari Jabatannya Sebagai KSP

“Saya berharap pelaku penembakan dan juga pelaku pembakaran pesawat MAF segera ditangkap diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, agar Intan Jaya segera pulih dari konflik yang selama ini terjadi,” lanjut dia.

Dalam kejadian ini, Filep tidak lupa menyampainkan rasa duka yang mendalam kepada keluarga Pratu Roy dan Pratu Dedi. Menurutnya, kedua prajurit TNI ini adalah sosok yang tidak kenal lelah dalam menjaga kedamaian di Intan Jaya.

“Saya turut berduka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya Pratu Roy dan Pratu Dedi, saya percaya kedua prajurit yang ditembak ini merupakan Prajurit terbaik yang telah melaksanakan tugas pokoknya sebagai TNI yang bertugas langsung di daerah konflik, semoga keluarga yang ditingalkan diberikan penghiburan dari Allah,”tandas dia.

seperti diketahui, Total sudah terjadi empat kali aksi KKB pada awal tahun ini di Papua. Dua aksi sebelumnya terjadi pada Rabu (6/1). Pertama, KKB Kali Kopi menembaki helikopter operasional milik PT Freeport Indonesia di areal tambang Distrik Tembagapura, Mimika.

Aksi yang kedua adalah KKB di bawah pimpinan Sabinus Waker membakar pesawat perintis PK-MAX di di Lapangan Terbang Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga, Intan Jaya. Adapun aksi ketiga adalah penembakan Prada Agus dan yang terakhir penembakan Pratu Roy.

Data Polda Papua menunjukkan, selama tahun 2020 terjadi 49 gangguan keamanan oleh KKB di Papua. Teror penembakan KKB terjadi di tujuh wilayah hukum Polda Papua meliputi Nduga, Intan Jaya, Paniai, Mimika,  Puncak Jaya, Keerom, dan Pegunungan Bintang. Sebanyak 14 warga, 4 anggota TNI AD, dan satu anggota Polri meninggal akibat aksi KKB. (ijs/cha)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *