Inilah Catatan Ahmad Basarah Tentang Wabah dan Isu Toleransi

Bagikan:

JAKARTA – Semangat perayaan Natal 2020 di tengah pandemi Covid-19 harus dijadikan momentum membangkitkan kembali nilai-nilai toleransi dan kebhinnekaan yang mulai luntur. Demikian ditegaskan Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dalam keterangan tertulisnya.

Wakil Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri ini memaknai peringatan Natal membentuk nilai-nilai kebangsaan, yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Peringatan Natal di tengah keprihatinan akibat pandemi Covid-19 mampu mempersatukan semua elemen bangsa untuk bersama-sama menebar kebaikan bagi negeri. Ada toleransi, ada kebersamaan dalam bingkai perbedaan,” tutur Ketua Persatuan Alumni GMNI tersebut, Senin (28/12/2020).

Nilai-nilai toleransi, persatuan, saling menghormati antar umat beragama dan kebhinnekaan menggema di saat yang tepat. Tak ada keriuhan, saling membantu, ini terlihat dari ragam kondisi yang terjadi di nusantara.

“Inilah Indonesia. Menyatuk dengan perbedaaan, berjalan di tengah toleransi. Tentu saja ini yang kita harapkan,” tutur Wakil Ketua Tim Kerja Sosialisasi 4 Pilar MPR periode 2009-2014 itu.

Basarah berharap, nilai-nilai kebangsaan terus kita jaga dan dilestarikan lewat perilaku keseharian. Kerukunan antar umat beragama sudah dicontohkan nenek moyang kita sejak dahulu, jadi masyarakat mampu untuk menjaga nilai-nilai toleransi tetap utuh

Basarah juga menyinggung beberapa isu yang kini tengah ramai diperbincangkan. Salah satunya isu mutasi Covid-19 jenis baru. “Tak ada yang menjamin siapa pun lolos dari cengkaraman virus ini. Salah satunya dalam bentuk partisipasi aktif adalah menerapkan prokes bagi diri sendiri untuk kepentingan masyarakat. Ini kunci awal menekan laju wabah,” katanya.

Pria kelahiran Jakarta, 16 Juni 1968 itu menegaskan, upaya pencegahan yang dilakukan aparat keamanan dan pemerintah tidak akan berhasil apabila tidak ditopang kesadaran dan pengorbanan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

BACA JUGA :  Muslim SHI: Dukung SKB 3 Menteri Tidak Diterapkan Di Aceh

“Hampir 10 bulan pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Wabah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu tidak hanya telah mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga melemahkan ekonomi dan menimbulkan efek domino terhadap sektor lain. Kami meminta, disiplin prokes kembali ditekankan pada individu masyarakat,” pinta Basarah.

Di sisi lain, Dosen Pascaserjana Universitas Muhammadyah (UMM) itu meminta masyarakat, untuk mendukung program pemberian vaksin gratis yang akan dilakukan Pemerintah.

“Vaksin Covid-19 kita dianggap sebagai satu-satunya harapan terakhir untuk mengatasi permasalahan. Sedikitnya 1,2 juta dosis sudah datang. Masyarakat tak perlu cemas. Ini ikhtiar bangsa dalam melawan wabah yang telah membelenggu sendi ekonomi,” tegasnya.

Basarah pun mendukung langkah Pemerintah dalam pemberian vaksin hingga 2021, dengan melanjutkan pemberian 1,8 juta vaksin lain dari Sinovac. Disusul kehadiran 15 juta dosis vaksin lain yang masih berbentuk bahan baku.

“Modal gotong-royong adalah kunci penting untuk bangkit. Kita maknai tahun yang sulit ini sebagai fondasi untuk melangkah maju. Sejarah ini akan tercatat sebagai bagian dari perjuangan bangsa. Tak ada yang sia-sia dengan pengorbanan tenaga medis, relawan dan satuan tugas yang gigih bekerja. Kita pasti bisa!” pesan Basarah. (Ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *