Ini Misi Utama Kementerian Pertanian di Era Jokowi!

Syahrul Yasin Limpo saat mendampingi Presiden Jokowi.
Syahrul Yasin Limpo saat mendampingi Presiden Jokowi. [Foto: Biro Pers Setpres]
Bagikan:

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah membuat kebijakan baru mengenai pertanian maju mandiri modern. Kebijakan ini dipilih agar menjadi pedoman jajaran Kementan untuk bertindak cerdas, cepat dan tepat.

Sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, Kementan telah membuat kebijakan baru ini. Meski menghancurkan perekonomian Indonesia, namun Kementan terus berupaya tetap memberikan yang terbaik untuk ketahanan pangan.

Bacaan Lainnya

Dalam mencapai ketahanan pangan maksimal, Kementan akan tetap mempertahankan nilai tambah dan ekspor terutama dalam meningkatkan produktivitas dalan sektro pertanian. Hal ini telah mendukung program pemerintah sesuai arahan dari Presiden RI, Joko Widodo.

“Kementan akan melakukan berbagai hal mulai dari meningkatkan kapasitas produksi, penguatan lumbung pangan, diversifikasi panngan, peningkatan ekspor pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) hingg penerapan pertanian modern (modernisasi pertanian),” ungkap Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo.

Menteri Pertanian menambahkan, Kementan akan melakukan terobosan baru melalui pengembangan kawasan pertanian skala luas, koorporasi pertanian di enam provinsi dan perluasan di kawasan arean tanam.

Syahrul meminta kepada seluruh jajarannya menjalankan tugas dan bekerja keras di lapangan. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung program pembangunan pertanian Indonesia.

“Kami dan jajaran Kementan akan menjalankan perintah dan arahan Presiden RI. Kerja sama dan dukungan dari Pemda akan sangat membantu kami untuk menjalankan tugas dari Presiden,” papar Mentan.

Tidak lupa, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden RI Joko Widodo berkenan hadir memberikan arahan dan membuka acara rakernas. Menurutnya, hal ini menunjukkan perhatian khusus Presiden Joko Widodo kepada para petani.

BACA JUGA :  Mudah dan Murah, Para Pemuda di Kuningan Pilih Ternak Kelinci Hias

Hadir dalam Rakernas, Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri serta tamu undagan baik offline maupun online yang hadir dalam rakernas yang bertema “Memperkuat Peran Sektor Pertanian dalam Menopang Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19″.

Sementara itu, Jokowi mengimbau, Kementan agar lebih berhati-hati dalam distribusi barang antar negara dan pembatasa mobilitas warga serta distribusi pangan dunia.

Ia mengungkapkan, Kementan harus berusahan memenuhi kebutuhan pangan 273 penduduk Indonesia. Untuk itu, Jokowi menyarankan  pengelolaan pangan dan pembangunan dalam sektor pertanian harus tetap menjadi perhatian serius dan detail.

“Untuk mengatasi masalah ini harus menggunakan skala yang lebih luas. Kita harus membangun sistem dan program pertanian berbasis economic of scale. Saya juga meminta kepada Kementan untuk mendorong food estate dan harus segera diselesaikan secepat mungkin,” jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengharapkan, program food estate supaya segera terealisasi dan diselesaikan tahun ini di Provinsi Kalimantan Tengah. Apabila program ini terlaksana, maka tahapan evaluasi yang ada di lapangan bisa terselesaikan.

“Bila program food estate yang ada di Provinsi Kalteng berhasil, maka provinsi lainnya bisa mencontoh dan mengikutinya. Itu yang kami harapkan dari pihak pemerintah,” ujar Jokowi.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *