Istri Sedar Gerakan Politik Perempuan Pertama Di Indonesia

Istri Sedar Gerakan Politik Perempuan Pertama di Indonesia
Istri Sedar Gerakan Politik Perempuan Pertama di Indonesia
Bagikan:

Di Indonesia sendiri pergerakan politik perempuan yang terkenal yaitu Istri Sedar. Perhimpunan Istri Sedar dibentuk pada 1927 dan diresmikan pada 22 Maret 1930. Perhimpunan ini muncul atas dasar memperbaiki dan menjunjung tinggi derajat kaum Indonesia, tidak terbatas pada kalangan perempuan atas.

Dalam politik, kesenjangan gender tidak hanya dirasakan di Indonesia, namun juga dunia. Hal tersebut sudah terjadi sejak abad ke-21. Meskipun saat itu sudah banyak konvensi internasional, namun jumlah perempuan dalam parlemen di dunia masih sedikit.

Istri Sedar aktif mengadakan kongres dan pelatihan bagi para perempuan. Hal tersebut untuk mencapai persamaan hak dan keadilan antara perempuan dan laki-laki. Bagi Istri Sedar, perjuangan wanita sewajarnya masuk ke ranah politik dan tidak hanya cukup memajukan kesejahteraan seperti di negara merdeka.

Dalam mengatasi masalah kebebasan dan keleluasaan perempuan, dibentuk Pemuda Indonesia dan Putri Indonesia. Istri Sedar berdiri netral terhadap agama apapun dan dibangun untuk kaum wanita terpelajar dan dari rakyat bersama-sama.

Kedudukan Istri Sedar bukan sekedar organisasi yang terjun secara langsung di bidang politik. Namun, organisasi anti penjajah yang menyarankan anggotanya menjadi bagian dari politik negeri. Karena posisi politik yang dapat diisi oleh perempuan merupakan salah satu usaha perbaikan status perempuan di Indonesia.

Organisasi tersebut mulai bergerak secara “galak”, salah satunya terhadap poligami dan pernikahan dini. Wanita harus bebas untuk mengatur hidupnya tanpa harus dikuasai oleh suami. Selain itu, pernikahan dini juga berdampak kurang baik dalam kesehatan istri.

Pada kongres II, Perserikatan Perkumpulan Istri Indonesia (PPII) pada 20-24 Juli 1935, Organisasi Istri Sedar menyatakan keluar dari Kongres. Hal ini dikarenakan perbedaan pandangan yang mengakibatkan perselisihan dengan wakil seksi Wanita Permi.

BACA JUGA :  Pemuda Asal Madura Pengebom Pasukan Nazi Jerman Di Eropa

Dalam langkah politiknya, Istri Sedar terus mendapatkan dukungan dan bantuan dari kaum nasionalis kiri dan istri anggota Partai Nasional Indonesia (PNI).

Selain aktif dalam memperjuangkan hak perempuan, Istri Sedar juga aktif dalam menyuarakan antikolonial. Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia 1942, semua organisasi perempuan dilarang, termasuk Organisasi Istri Sedar.

Pasca kemerdekaan, bergagai organisasi perempuan tumbuh, di antaranya Wanita Marhaen dan kelanjutan Istri Sedar. Pada 1950 Istri Sedar berubah menjadi Gerakan Wanita Sedar (Gerwis) yang merupakan leburan dari enam organisasi keistrian. Pada 1954 Gerwis berganti nama menjadi Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani).

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *