Jangan Berlebihan! Atur Asupan Protein Dalam Tubuh

Penampakan makanan berprotein tinggi. Foto: hsph.harvard.edu
Bagikan:

Jakarta – Protein merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh. Tubuh mendapatkan asupan protein dengan mengkonsumsi daging, telur, ikan, kacang-kacangan, produk kedelai, susu, dan lain sebagainya. Secara umum protein berfungsi sebagai sumber energi, neurotransmiter, hingga pembawa oksigen dalam darah. Meskipun sangat penting bagi tubuh, namun kelebihan protein dalam tubuh justru mengganggu kesehatan.

Tubuh membutuhkan protein dalam jumlah yang cukup banyak. Rata-rata setiap hari tubuh membutuhkan protein 45-55 gram. Asupan protein bisa lebih banyak tergantung dari aktivitas yang dilakukan serta kondisi kesehatan.

Bacaan Lainnya

Mengkonsumsi protein dalam jumlah banyak justru membuat berat badan naik. Kelebihan protein biasanya akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Kelebihan berat badan akan menjadi lebih parah jika Anda mengkonsumsi telalu banyak kalori di saat mengkonsumsi protein dalam takaran yang banyak.

Terlalu banyak mengkonsumsi protein membuat cairan tubuh menurun. Hal ini dikarenakan nitrogen yang merupakan zat sampingan turut masuk ke dalam tubuh. Jika nitrogen dalam tubuh terlalu banyak, secara otomatis tubuh akan mengeluarkannya melalui cairan, sehingga tubuh membutuhkan cairan lebih banyak. Jika kebutuhan ini tidak dicukupi, maka kemungkinan tubuh mengalami dehidrasi semakin besar.

Kelebihan protein dalam tubuh membuat kerja ginjal semakin berat. Hal ini dikarenakan ginjal harus bekerja ekstra keras untuk menyingkirkan nitrogen serta produk limbah dari metabolisme protein. Bagi seseorang yang sudah berpotensi mengalami gangguan ginjal, mengkonsumsi banyak protein akan mempercepat kerusakan ginjal.

Mengkonsumsi makanan yang tinggi protein terlebih lagi makanan tersebut mengandung lemak jenuh seperti daging merah, sangat berbahaya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Lemak jenuh dipercaya dapat meningkatkan kolesterol dalam darah. Kolesterol menyebabkan pengerasan arteri sehingga meningkatkan resiko gangguan jantung.

BACA JUGA :  Sukseskan Program Vaksinasi, Idris: Kita Harus Jadi Teladan Hentikan Wabah Covid-19

Selain itu, mengkonsumsi makanan berprotein yang berbasis hewan dapat meningkatkan asam urat. Hal ini dikarenakan, daging hewan mengandung kadar purin yang tinggi. Purin menjadi penyebab kadar asam urat menjadi tinggi. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *