Jawa-Bali PSBB, Oni Suwarman: Ini Bukan Larangan Tapi Pembatasan Kegiatan

Oni Suwarman
Bagikan:

JAKARTA – Anggota Komite III DPD RI AA Oni Suwarman berharap masyarakat dapat memahami terkait keputusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku Jawa-Bali. Langkah yang dilakukan Pemerintah bukan larangan melainkan membatasi kegiatan masyarakat.

“Selain Jawa Barat ada 23 kabupaten/kota di lima provinsi yang dibatasi kegiatan masyarakat. Sekali lagi ini bukan pelarangan,” terang Senator Asal Jawa Barat itu, Kamis (7/1/2021).

Bacaan Lainnya

Oni Suwarman atau akrab disapa Oni SOS meminta masyarakat untuk tidak panik dengan kebijakan baru yang diterapkan pemerintah untuk memberlakukan PSBB sejak 11-25 Januari 2021.

BACA JUGA :  Pabrik Tahu Tempe Sejabodetabek Mogok , Berita Trending Hari Ini

“Kebijakan itu diambil mencermati perkembangan kasus COVID-19 di sejumlah daerah yang meningkat yakni per Rabu (6/1) jumlah kasus aktif mencapai 112.593 kasus, meninggal dunia mencapai 23.296 dan tingkat kesembuhan mencapai 652.513,” ungkapnya.

Secara nasional, lanjut dia, tingkat kesembuhan rata-rata di Indonesia mencapai 82,76 persen dan kematian mencapai 2,95 persen. Laju pertambahan kasus dalam mingu terakhir terjadi peningkatan 7,3 persen dari 48.434 kasus pada 21-28 Desember 2020 menjadi 51.986 kasus pada 28 Desember 2020-4 Januari 2021.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19, selama dua bulan terakhir kasus aktif pada November 2020 mencapai 54 ribu kasus, namun per Rabu (6/1) jumlahnya melonjak menjadi 112 ribu kasus.

“Dengan peningkatan itu, maka salah satu konsekuensinya adalah penambahan pasien di seluruh rumah sakit. Faktor inilah yang sebenarnya sangat kritis. Setelah adanya penurunan kedisiplinan masyarakat terkait prokes,” imbuhnya.

Bapak dengan dua orang anak ini menekankan kembali bahwa PSBB itu tidak dilakukan di seluruh wilayah Jawa-Bali namun hanya di wilayah dengan risiko tinggi penyebaran COVID-19. “PSBB baru ini diberlakukan di seluruh wilayah Jawa-Bali,” jelasnya.

Kemudian, di Provinsi Banten dengan prioritas Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, selanjutnya di Jawa Tengah dengan prioritas Semarang Raya, Banyumas Raya dan Kota Surakarta dan sekitarnya.

BACA JUGA :  Polisi Ungkap Pelaku Bom Di Makasar Pasutri

Selain itu, di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan prioritas Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulonprogo.

Selanjutnya di Jawa Timur dengan prioritas Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Malang serta di Provinsi Bali dengan prioritas Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

“Penerapan PSBB dilakukan karena wilayah itu memenuhi salah satu dari empat parameter yakni tingkat kematian dan tingkat kasus aktif yang masing-masing di atas rata-rata nasional,” jelasnya.

Kemudian, sambung Oni tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional dan tingkat keterisian rumah sakit (BOR) untuk ICU dan isolasi di atas 70 persen. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *