Jelang Sidang, Keluarga Korban Pembunuhan di Sukoharjo Datangi Kejari Tuntut Ini

Keluarga korban kasus pembunuhan satu keluarga warga Dukuh Slemben RT 01 RW 05, Desa Duwet, Kecamatan Baki mendatangi kantor Kejari Sukoharjo. (wahyu imam ibadi)
Bagikan:

Sukoharjo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo telah menjadwalkan sidang dengan agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk tersangka kasus pembunuhan satu keluarga, Henry Tayatmo (41) pada Senin, 18 Januari 2021 mendatang. Menjelang persidangan, keluarga korban mendatangi Kejari Sukoharjo untuk menuntut hukuman mati bagi tersangka.

“Sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimungkinkan terdakwa pembunuhan mendapat hukuman mati. Aspirasi ini yang disampaikan keluarga dan teman almarhum korban pada JPU dengan mendatangi Kejari Sukoharjo,” ujar Kuasa Hukum keluarga korban, Suparno yang menemani keluarga korban ke Kejari Sukoharjo, Kamis (14/1/2021).

BACA JUGA :  Densus 88 Polri Tembak Mati Terduga Teroris Saat Hendak Diamankan

Suparno menuturkan, pada persidangan nanti tersangka akan dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati. Karena itu, pihak keluarga korban meminta agar tersangka mendapatkan hukuman maksimal tersebut.

“Aspirasi pihak keluarga dan teman korban berkaitan dengan rasa tidak terima atas kasus pembunuhan ini,” imbuh Suparno.

Berdasarkan pantauan di lokasi, keluarga dan kerabat korban pembunuhan menyampaikan aspirasi sambil membawa sejumlah boneka yang ditempeli kertas bertuliskan pesan. Pesan-pesan tersebut di antaranya ‘nyawa dibayar nyawa, pembunuh harus mati, manusia biadab tak pantas hidup’. Dalam kesempatan tersebut, kedatangan pihak keluarga dan kerabat diterima oleh pihak Kejari Sukoharjo.

Sebagai informasi, kasus pembunuhan satu keluarga ini terjadi di Dukuh Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki, pada 19 Agustus 2020 lalu. Sekitar dini hari, pelaku tunggal pembunuhan, Henry Tayatmo melakukan aksinya pada dini hari.

Tersangka membunuh empat orang yang terdiri dari suami, istri, dan dua orang anak. Mereka adalah Suranto (43), Sri Handayani (36), Rafael Refalino (10) dan Dinar Alvin (6). Diketahui Suranto adalah pengusaha rental mobil tempat Henry bekerja sebagai sopir. Selain itu, Suranto dan Hendry merupakan teman SD.

Sementara itu, Henry sudah menjalani sidang secara virtual sebanyak 4-5 kali. Tersangka saat ini masih ditahan di Polres Sukoharjo. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *