Jokowi Diminta Pilih Calon Kapolri yang Bisa Jadi Pengayom Masyarakat

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Foto: presidenri.go.id)
Bagikan:

Jakarta – Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi mengharapkan Presiden Joko Widodo memprioritaskan calon Kapolri yang  dapat menjalankan amanah lahir dan batin. Tidak hanya tegas dalam menegakan supremasi hukum, tapi mampu menjadi pengayom masyarakat lewat aksi dan tindakannya.

“Sosok tegas, tentu saja. Tapi yang mampu menjalankan amanah, mau mendengar masyarakat, terutama mereka yang minta keadilan, tentu tidak banyak. Maaf bukannya pesimistis, tapi ini permintaan publik. Harapannya pesan ini sampai ke Presiden,” terang Fachrul Razi dalam keterangannya.

Bacaan Lainnya

Dia menilai, calon Kapolri ke depan juga harus memiliki integritas dan kapasitas untuk memimpin institusi Kepolisian yang memiliki tugas besar bagi bangsa Indonesia.

“Pekerjaan rumah sudah menanti bagi calon kapolri yang baru. Jangan sampai, muncul lagi kasus baru, yang pelakunya para petinggi Polri. Jaga baik-baik institusi ini,” pinta Senator asal Aceh tersebut.

Fachrul menyebut pergantian Kapolri sesuatu yang rutin dan prosedur serta mekanismenya juga sudah ada. Semuanya menurutnya, tinggal menunggu waktu.

“Tidak perlu diperdebatkan soal siapa dan mekanismenya. Karena sudah ada usulan, kemudian akan memproses. Apalagi informasi yang saya dapat calon Kapolri yang akan diajukan Presiden sudah ada. Kita tunggu saja,” jelasnya.

Yang pasti, sambung Fachrul sesuai dengan prosedur, nama-nama calon Kapolri akan dikirimkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kepada Presiden. Selanjutnya, Presiden akan memilih satu nama yang akan diajukan ke DPR untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan.

“Penggantian Kapolri dilakukan karena Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis akan pensiun pada tanggal 1 Februari 2020. Kita berharap dan berdoa, proses berjalan lancar. Dan mendapatkan Kapolri yang benar-benar mampu mengedepankan edukasi tanpa kegaduhan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Menjanjikan, Ekspor Porang RI Tahun 2020 Sentuh Rp880 M

Sebelumnya, Jokowi disebut telah mengantongi nama calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang akan menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pension pada 1 Februari 2021.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan Jokowi akan mengirim nama calon Kapolri ke DPR dalam waktu dekat, mengingat batas waktu yang kian dekat.

“Prosedurnya sudah ada, tinggal tunggu waktu. Siapanya (calon kapolri) pasti sudah ada,” kata Moeldoko, Senin (4/1/2021).

Moeldoko berkata pergantian Kapolri sudah jadi hal rutin. Sehingga tidak ada persiapan berlebihan yang dilakukan Jokowi dalam memilih nama kapolri baru. Meski begitu, Moeldoko enggan membeberkan nama yang telah dipilih Jokowi. Ia juga belum mau mengonfirmasikan waktu pengiriman nama calon pengganti Idham.

Mantan Panglima TNI tersebut justru berkelakar saat awak media banyak bertanya soal bursa calon Kapolri.

“Kebetulan belum (tahu), kebetulan tidak di kantong saya, kan gitu,” tutur Moeldoko berseloroh.

Sebagai informasi, masa bakti Idham Azis akan berakhir pada 1 Februari 2021. Aturan mewajibkan presiden mengirim nama pengganti ke DPR paling lambat 20 hari sebelum masa jabatan kapolri sebelumnya habis.

Setelah ada nama yang dikirim, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Setelah lolos ujian, calon kapolri akan dilantik oleh presiden.

Sejumlah nama mulai beredar di publik dalam bursa calon kapolri. Namun, ada dua nama yang jadi pembicaraan beberapa waktu terakhir, dan santer dikabarkan namanya sudah ada di kantong Jokowi, akan menduduki Jabatan Kapolri yang baru. Keduanya adalah Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar dan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. (FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *