Jokowi, Said Aqil dan Habib Luthfi Masuk Jajaran Tokoh Muslim Paling Berpangaruh Di Dunia

Bagikan:

The Royal Islamic Strategic Studies Centre, sebuah lembaga penelitian independen yang berbasis di Yordania mengumumkan hasil penelitian mereka tentang 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia bertajuk  “The Muslim 500: The World’s Most Influential Muslims 2021”, pada Selasa (15/12/2020).

Penelitian tersebut didasarkan pada seberapa besar dan kuat pengaruh seorang tokoh terhadap dunia Islam dan umat muslim. Kandidat tokoh muslim yang dipilih bisa dari pemimpin negara, ulama, aktivis, pemimpin organisasi, akademisi, pendidik, saintis, bahkan musisi atau seniman, dengan berbagai latar belakang

Hasil penelitian The Royal Islamic Strategic Studies Centre kali ini menempatkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebagai tokoh muslim paling berpengaruh di dunia.

Di urutan kedua, The Royal Islamic Strategic Studies Centre menempatkan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al-Saud sebagai runner up tokoh muslim paling berpengaruh di dunia.

Di urutan ketiga dan keempat, ditempati oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan Raja Yordania, Abdullah II bin al-Hussein al Hashimi.

Terpilihnya erdogan sebagai tokoh muslim paling berpengaruh di dunia, menurut penilaian The Royal Islamic Strategic Studies Centre, karena Erdogan dianggap sebagai pemimpin yang berhasil membawa Turki menjadi salah satu negara kekuatan global utama (major global power).

Perekonomian Turki dianggap The Royal Islamic Strategic Studies Centre mengalami pertumbuhan yang signifikan, yang lonjakannya belum pernah terjadi sebelumnya di Turki.

Erdogan juga dinilai sebagai pemimpin yang selalu mendukung dan berani mengangkat isu-isu yang dihadapi umat Muslim dunia. Salah satunya, keputusannya mengubah kembali situs UNESCO, Hagia Sophia, di Istanbul menjadi masjid. Hal ini dianggap sebagai salah satu terobosan dalam dunia Islam.

BACA JUGA :  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

Oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre, langkah Erdogan tersebut dianggap sebagai bentuk kebangkitan Muslim konservatif di negara sekuler seperti Turki.

Selain itu, keberhasilan Erdogan menggagalkan upaya kudeta terhadap dirinya oleh militer, keberhasilan penanganan Covid-19 di Turki, serta relasi Turki dengan Amerika Serikat dan Rusia yang berjalan baik, menjadi poin-poin penting pemberat penilaian.

Sementara itu, Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menempati posisi ke-12 sebagai tokoh muslim paling berpengaruh di dunia.

Terpilihnya Jokowi kali ini sebagai tokoh muslim paling berpengaruh di dunia memang tidak mengagetkan. Mengingat, Indonesia adalah negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia. Namun menariknya, dalam pemilihan tokoh muslim paling berpengaruh di dunia tahun ini, Jokowi berhasil mengalahkan Imam besar Al Azhar dari Mesir, Sheikh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb, yang menempati posisi ke-13.

Padahal, di tahun 2018 lalu, Sheikh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb dinobatkan di peringkat pertama sebagai tokoh Islam paling berpengaruh di dunia.

Selain Jokowi, dua tokoh NU yakni Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Sirodj dan Habib Luthfi bin Yahya, masing-masing menempati posisi ke-18 (KH. Aqil Sirodj) dan posisi ke-32 (Habib Luthfi).

(Nad)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *