Jubir Presiden Memastikan Perubahan Dua Menteri Terlibat Korupsi

Bagikan:

Jakarta — Juru Bicara (Jubir) Presiden Republik Indonesia, Fadjroel Rachman angkat bicara terkait isu perombakan kabinet atau reshuffle kabinet hari ini, Selasa (22/12/2020).

Namun, Fadjroel tidak memberikan bocoran nama-nama menteri yang akan diganti atau nama-nama sosok yang akan menggantikannya. Dia mengingatkan kembali tiga dari tujuh perintah kabinet yang dulu pernah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada menteri-menterinya.

Perintah tersebut disampaikan Presiden RI Jokowi saat memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju 23 Oktober 2019. Fadjroel menyebutkan Presiden tidak akan melindungi yang terlibat korupsi termasuk dua menteri yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu Menteri Sosial, Juliari Batubara dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

“Presiden juga mengatakan bahwa pemerintah menghormati proses hukum di KPK,” ungkap Fadjroel dalam unggahan YouTube yang berjudul “Ada Reshuffle Kabinet Besar-besaran di Rabu Pon?” yang dikutip Selasa (22/12/2020).

Fadjroel hanya memastikan perubahan dua menteri yang terlibat kasus korupsi. Namun, Fadjroel mengaku belum mendapat arahan dari Jokowi terkait perubahan posisi lain menteri lain.

Pasalnya, sambung Fadjroel, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Fadjroel kemudian menyebutkan tiga dari tujuh perintah Jokowi pada tahun lalu ketika memperkenalkan kabinetnya.

“Termasuk kami ingin tambahkan pada tanggal 23 Oktober 2019, Pesiden Joko Widodo itu tegas sekali mengatakan dalam tujuh perintah kabinet saya ambil tiga saja yang terpenting,” kata Fadjroel.

Tiga poin pesan Jokowi yang dibacakan Fadjroel adalah: pertama, jangan korupsi, ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi, nah ini jadi peringatan yang pertama. Kedua, kalaupun nanti terjadi pergantian, tentu terhadap dua orang yang pertama yaitu Menteri Sosial dan Menteri Kelautan Perikanan itu. Sudah tegas mengatakan tidak ada visi misi menteri, yang ada visi misi Presiden dan Wakil Presiden. Ketiga, semuanya harus bekerja serius. Saya (Presiden) pastikan yang tidak bersungguh-sungguh, tidak serius bisa saya copot ditengah jalan.

BACA JUGA :  Sandi Jadi Menteri Jokowi, Irma Chaniago: Percuma Kemarin Berdarah-darah, Syaikhu: Jangan Lupakan Perjuangan Umat

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *