Kapal China Menyusup Selat Sunda, Said Didu Kritik Prabowo Subianto

Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu
Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu (Foto: News Demokrasi)
Bagikan:

Jakarta – ‘Penyusupan’ kapal China hingga Selat Sunda membuat Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menjadi sorotan. Hal ini membuat publik meragukan kinerja Prabowo karena dianggap telah ‘kecolongan’.

Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu menyebut, pertahanan Indonesia sudah jebol lantaran kapal China itu dipergoki secara tidak sengaja saat sudah masuk begitu jauh ke perairan Indonesia.

Bacaan Lainnya

Pegiat media sosial ini menambahkan, posisi kapal itu sudah cukup dengan dengan Jakarta sebagai ibukota negara.

Yang Terhormat, Bapak Menhan @prabowo, kalau ini benar berarti pertahanan kita sudah jebol. Sudah berapa miles kapal (China) tersebut memasuki wilayah laut kita tapi tidak “terdeteksi” dan sudah berada di dekat Ibu Kota Jakarta (Selat Sunda),” cuit Said Didu melalui akun Twitter pribadinya, Jumat (15/1/2021).

Tak hanya itu, beberapa warganet juga protes lantaran tidak ada penindakan tegas terhadap kapal China yang terbukti melanggar teritorial dan kedaulatan RI itu.

Senada dengan Said Didu, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sukamta menyatakan, ditemukannya beberapa kali penyusup seaglider asing oleh nelayan, menunjukkan pemerintah tidak serius menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

Pernyataan ini muncul, menyusul adanya laporan Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang telah mencegat kapal survei milik Tiongkok di perairan Selat Sunda pada Rabu (13/1/2021). Pencegata ini bermula dari laporan adanya kapal mencurigakan berlayar di wilayah tersebut.

“Semestinya pemerintah bertindak tegas terhadap pihak manapun yang main selundup ke wilayah Indonesia. Jangan hanya digiring dan diawasi, jika perlu ambil langkah seperti Bu Susi Pudjiastuti terhadap kapal nelayan asing yang masuk ke wilayah Indonesia, tenggelamkan,” ujar Sukamta, Jumat (15/1/2021).

BACA JUGA :  Luhut Pastikan Lahan Food Estate di Sumut Tak Korbankan Hutan Lindung

Terkait hal itu, Sukamta meminta, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, untuk segera mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelanggaran yang dilakukan kapal penyusup tersebut yang secara sengaja mematikan sistem lacak otomatisnya.

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta, untuk tidak serta merta menerima alasan dari pihak penyusup. Dalih menggunakan Hak Lintas Alur Kepulauan sesuai dengan UNCLOS tidak dapat langsung dibenarkan.

Seharunya pihak Bakamla mencegat dan menahan pihak kapal untuk diinterogasi. Hal ini untuk menyelidiki tujuan sebenarnya dari kapal tersebut.

“Bisa saja saat mereka mematikan sistem lacak otomatisnya mereka melakukan kegiatan mata-mata atau tindak kejahatan lainnya seperti penyelundupan narkoba ke wilayah Indonesia. Jadi aneh kalau kapal yang jelas melanggar tidak ditahan,” katanya.

Ia berharap, pemerintah bisa memprioritaskan pembenahan sistem keamanan laut mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang seharusnya memiliki armada laut terkuat di dunia.

“Harusnya punya kekuatan dan teknologi yang tangguh untuk menjaga kedaulatan laut kita. Jangan sampai mudah disusupi bahkan dieksplotisasi sumber daya laut kita oleh pihak asing,” pungkasnya.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *