Kasus Covid-19 Terus Meningkat, PM Inggris Akan Berlakukan Aturan Ketat

Bagikan:

Jakarta – Penutupan sekolah-sekolah di Inggris mungkin akan dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson dalam sebuah wawancara, Minggu (3/1/21).

Dia mengatakan, pengetatan pembatasan mobilitas akan diterapkan jika diperlukan termasuk dengan menutup sekolah di Inggris.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  Kawanan Dinosaurus “Hidup” Kembali di California

Dalam sehari, kasus positif Covid-19 di Inggris mencapai 50.000 kasus. Hal itu membuat pemerintah setempat mengambil langkah ketat setalah libur Natal dan tahun baru 2021.

Partai buruh yang beroposisi mengatakan, negara tersebut harus kembali lockdown penuh.

Dilansir BBC, PM Inggris belum merinci tindakan lain yang akan diberlakukan. Pemerintah juga menolak jika pihaknya dinilai lamban dalam menangani kasus tersebut.

Masa Pandemi, Abdul Halim Minta Data dan Program Pendidikan Lebih Akurat

“Hal itu dikarenakan bentuk virus yang menyebar dengan cepat ke seluruh negeri,” ujar Boris Johnson.

Saat ini, Inggris tengah bergulat dengan varian baru virus korona. Varian baru tersebut membuat kasus terus melonjak terutama di London, Inggris.

Inggris juga bersiap memberikan suntikan vaksin pertama dari AstraZeneca Plc dan Universitas Oxford pada pekan ini.

Vaksin tersebut merupakan injeksi virus korona kedua yang diizinkan untuk penggunaan darurat di Inggris. Setelah sebelumnya Pfizer Inc dan BioNTech SE sudah menerima izin pada awal Desember 2020.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *