Kasus Kematian 6 Laskar FPI, Amien Rais Sebut-Sebut Keadilan di Akhirat

Amien Rais, Ketua Umum Partai Ummat
Amien Rais, Ketua Umum Partai Ummat (Foto: Indepensi)
Bagikan:

Jakarta – Hasil penyelidikan Komnas HAM terkait tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) ditanggapi langsung oleh pendiri Partai Ummat, Amien Rais. Komnas HAM mengungkapkan ada pelanggaran HAM yang dilakukan Laskar FPI kepada petugas kepolisian.

Dilansir dari YouTube Amien Rais Official, Senin (11/1/2021), Amien Rais mengaharapkan, Polda Metro Jaya siap menindaklanjuti temuan dari Komnas HAM yang janggal. Ia langsung meminta kepada Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran untuk bersikap objektif dalam menyikapi persoalan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saya meminta Kapolda Metro Jaya bisa bijak dan mengadakan jumpa pers mengenai keterlibatannya atas kematian enam laskar FPI. Dalam konferensi pers bisa mengatakan secara jantan, jujur, berani dan tegas,” ucap Amien Rais.

Hal tersebut dilakukan agar menjawab keraguan masyarakat terkait keterlibatan Kapolda dalam kasus tersebut.

“Pada umumnya, masyarakat memiliki pertanyaan besar, beranikah polisi bawahan membunuh dan membantai enam anggota FPI tanpa diketahui atasannya,” tanya Amien Rais.

Amien Rais tak menginginkan ada konflik kepentingan dengan memberikan perlindungan terhadap bawahannya yang melakukan pelanggaran HAM.

Mantan Ketua Umum Partai PAN mengusulkan, untuk membuktikan pihak kepolisian tidak ada keterlibatan dalam kasus tewasnya enam laskar FPI, maka harus berani mengungkap oknum-oknum yang saat itu melakukan eksekusi.

Bila boleh saya usul kepada Pak Fadli Imran sebagai Kapolda Metro Jaya, supaya segera menangkap oknum polisi yang telah menembak enam orang FPI yang tak berdosa. Setelah itu, para oknum polisi dipublikasikan di media dan ditunjukkan ke publik bila anggota kepolisian sudah merasa menegakkan keadilan,” harapnya.

Tidak hanya itu, Amien Rais meminta para oknum polisi yang terbukti salah bisa diperlakukan secara adil seperti hukum yang berlaku. Ia membandingkan dengan perlakukan yang diberikan kepada Habib Rizieq Shihab (HRS).

“Saya menyarankan oknum polisi yang terbukti salah bisa diborgol dan dimasukkan jeruji penjara seperti HRS. Namun bila hukum berkata lain dan mereka tetap dilindungi maka Allah akan memberi keadilan di hari akhir,” ujarnya.

BACA JUGA :  Belum Seluruh Desa di Probolinggo Siap Realisasikan Pembangunan

Sebelumnya, Ketua Tim Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM, Choirul Anam menemukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam kematian enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Ia mengungkapkan ada indikasi unlawfull killing terhadap empat orang anggota FPI.

Ia menyatakan, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui terdapat enam orang anggota FPI yang meninggal dalam dua konteks yang berbeda.

“Ada dua anggota FPI tewas ditembak usai terlibat peristiwa saling serempet antara mobil yang digunakan dengan mobil polisi.

Anam menambahkan, penembakan terhadap dua anggota FPI itu terjadi usai dua mobil saling serempet dan saling serang antara petugas dan anggota FPI

Sedangkan, empat orang FPI lainnya yang masih hidup dibawa polisi. Empat anggota FPI diduga ditembak mati dalam mobil petugas ketika dalam perjalanan dari km 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

Informasi yang diterima Komnas HAM hanya dari polisi, mengungkapkan anggota FPI diduga lebih dulu berupaya melawan petugas polisi. Merasa terancam keselamatan hidupnya, petugas akhirnya mengambil tindakan tegas dan terukur.

Empat orang yang ditembak dalam satu waktu merupakan upaya polisi untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa. Ini merupakan indikasi adanya tindakan extra judicial killing terhadap empat Laskar FPI,” ungkap Anam.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar