Kasus Kerumunan di Waterboom Cikarang, Polda Metro Jaya Tetapkan Dua Tersangka

Garis polisi melintang di loket penjualan tiket Waterboom Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin 11 Januari 2021
Garis polisi melintang di loket penjualan tiket Waterboom Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin 11 Januari 2021. (Foto: Tommy Andriandy)
Bagikan:

Cikarang – Dua manajer Waterboom Cikarang, Ike Patricia alias IP dan Dewi Nawang Sari alias DNS ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus kerumunan. Mereka bertanggung jawab besar atas membludaknya jumlah pengunjung di kolam renang itu.

“General Manager berinisial IP dan Manager Marketing berinisial DNS sudah ditetapkan tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dihubungi, Kamis, 14 Januari 2021.

Mereka dikenakan Pasal 9 Jo Pasal 93 UU RI Nomor 06 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Jo Pasal 216 KUHP Jo Pasal 218 KUHP.

Sebelumnya, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi telah menutup tempat wisata air Waterboom Lippo di Cikarang Selatan pada Minggu (10/1/2021). Pengelola membuat diskon besar-besaran untuk tiket masuk sehingga ribuan warga Cikarang dan sekitarnya berkerumun di Waterboom tersebut.

Alamsyah, juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi mengungkapkan tim Satgas Covid-19 yang terdiri dari TNI/Polri dan unsur pemerintah bergerak ke lokasi pukul 13.00 usai menerima laporan ada kerumunan di kolam renang yang dikembangkan Lippo Group tersebut. Kerumunan di masa pandemi Covid-19 itu viral di media sosial.

Petugas pun menutup paksa kerumunan di Waterboom Lippo Cikarang. Selain itu, polisi mencopot Kapolsek Cikarang Selatan, Komisaris Sukadi. Tak hanya dilepas dari jabatan, Sukadi bahkan mendapat penurunan pangkat alias demosi akibat kerumunan tersebut.

(FWI/IJS)

Bagikan:
BACA JUGA :  13 Sekolah SMA di Banten Masih Numpang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *