Katie Bouman Programmer Wanita di Balik Foto “Black Hole”

Katie Bouman, Programmer Wanita
Katie Bouman, Programmer Wanita
Bagikan:

Memikirkan cara untuk melihat dan mengukur yang tak bisa dilihat secara kasat mata. Itulah prinsip yang ditanamkan oleh Katie Bouman, programmer wanita di balik foto perdana Lubang Hitam (black hole) yang dirilis para ilmuwan.

Sejumlah ilmuwan, termasuk Bouman tergabung dalam tim yang bernama Event Horizon Telescope (EHT), yang memiliki misi untuk menangkap citra lubang hitam di luar angkasa.

Bouman bersama tim yang ia pimpin, bertugas untuk menyatukan dan memperjelas gambar yang didapatkan oleh sejumlah teleskop besar yang terpencar di Bumi, namun saling terhubung.

Setelah foto diambil dan dikumpulkan oleh tim lain, tim Bouman akan menggunakan algoritma yang telah dibuat untuk merekonstruksi kumpulan data, dengan beberapa metode penyatuan foto, agar menjadi satu gambar yang jelas.

Foto tersebut kemudian menjadi foto lubang hitam yang bisa dilihat di internet saat ini. Dengan kata lain, tanpa algoritma Bouman, citra lubang hitam ini mungkin masih berupa kumpulan data astronomi, bahkan belum menjadi sebuah gambar yang bermakna.

Tadinya ia mengira bahwa timnya hanya akan mendapatkan sebuah gumpalan yang tak berarti, tanpa adanya sebuah cahaya di sekitar lubang hitam, yang menjadi karakteristiknya.

Pada 2016, Bouman membuat algoritma untuk membantu program komputer melakukan pencitraan dan rekonstruksi gambar.

Program ini dinamakan CHIRP (Continuous High-resolution Image Reconstruction using Patch priors) bisa digunakan untuk menggabungkan sejumlah data dan gambar mentah yang dihasilkan oleh teleskop-teleskop yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Sebab, tidak ada satupun teleskop yang cukup kuat untuk menjangkau lubang hitam yang jaraknya 500 triliun kilometer dari Bumi.

Data yang diambil dari jaringan teleskop Event Horizon kemudian disimpan di ratusan hard disk, dan dibawa ke Boston, AS dan Bonn, Jerman untuk disatukan, menggunakan algoritma buatan Bouman.

BACA JUGA :  Ini 5 Bencana Besar Zaman Kuno yang Bisa Jadi Pelajaran

Foto yang dihasilkan oleh algoritma tersebut kemudian dianalisa oleh empat tim ilmuwan berbeda, untuk memastikan kesahihan foto.

Meski menciptakan algoritma dan bergabung dengan tim EHT, Bouman sendiri tidak memiliki latar belakang ilmu yang membicarakan black hole.

Saat pertama kali bergabung di dalam tim EHT, wanita berumur 29 tahun ini tidak memiliki pengetahuan tentang black hole. Bouman sendiri merupakan mahasiswi jurusan ilmu komputer dan teknik elektro di Institut Teknologi Massachusetts (MIT), AS.

Ketika bergabung dengan tim EHT, ia tengah menyelesaikan gelar doktornya di jurusan citra komputer (computer vision) di kampus yang sama.

Dalam tim EHT, Bouman merupakan satu dari sedikit wanita yang bekerja untuk mendapatkan citra black hole. Mayoritas adalah pria. Meski begitu, ia tidak patah semangat.

Sebab, keberhasilan project itu merupakan hasil kerja tim, bukan hasil kerja sendiri, meski algoritma CHIRP memang dibuat olehnya.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *