Kedepankan Profesionalitas, Bustami Ajak Insinyur Bangun Lampung

Anggota Komite II DPD RI Bustami Zainudin
Anggota Komite II DPD RI Bustami Zainudin
Bagikan:

LAMPUNG– Anggota Komite II DPD RI Bustami Zainudin mengajak para insinyur di daerah khususnya di Provinsi Lampung untuk memiliki rasa tanggung jawab menjalankan kampanye ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan bangsa, yang berdikari sesuai semangat Pancasila.

Bustami mengatakan apa pun pencapaian yang dihasilkan dari perkembangan tekhnologi di daerah, hal ini merefleksikan bahwa bangsa Indonesia perlu terus menerus belajar menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Tentu saja, langkah ini pun mendorong kesadaran betapa Indonesia lebih butuh menjadi produktif dan inovatif dibanding berkonflik,” terang Bustami dalam keterangannya, Selasa (19/1/2021).

Ditambahkan Bustami mendapat gelar profesi insinyur adalah sesuatu ternyata berat. Bahkan, lebih berat lagi beban yang harus dihadapi setelahnya karena mempunyai konsekuensi dan tanggung jawab besar.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana kita membawa beban sebagai insinyur untuk bisa berbuat sesuatu demi memajukan bangsa ini. Tantangan kita sangat besar. Impor kita sangat besar. Bahkan makanan kita dikuasai luar. Untuk itu, selamat bekerja dan mohon dukungan para insinyur baru untuk membantu negara kita, bersama-sama mewujudkan Indonesia Maju,” papar Bustami.

Di daerah memiliki banyak orang pintar dan hebat, namun seluruh sektor serta teknologi justru dikuasai oleh asing. “Jika kita pasrah, dengan kondisi 99 persen dikuasai teknologi asing. Makanya ini berat tantangannya. Memang tidak hanya insinyur semua lulusan ini bisa berkontribusi secara nyata dalam pembangunan di daerah,” imbuhnya.

Profesi insinyur, lanjut Senator asal Lampung ini, bukan hanya memastikan gelar insinyur, tapi juga sertifikasi insinyur profesional.

“Sikap profesionalitas, sikap membangun daerah ini penting dikedepankan. Gagasan, saran dan masukan perlu menjadi pertimbangan bagi kemajuan tekhnologi di daerah. Sekali lagi saya berharap, insinyur-insinyur yang ada, bergandengan tangan membangun daerah,” terang Bustami. (ijs/ful)

BACA JUGA :  Pengelola Pantjoran PIK Jadi Tersangka, Kerumunan Imlek Jadi Alasan Utamanya

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *