Kekurangan Saksi, Bareskrim Periksa Dirut RS Ummi Bogor

Direktur Utama RS UMMI Bogor Andi Tatat (Foto: detik.com)
Direktur Utama RS UMMI Bogor Andi Tatat (Foto: detik.com)
Bagikan:

Bogor – Badan Reserse Kriminal Polri sedang memeriksa Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Bogor, Andi Tatat pada Kamis (7/1/2021).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim, Brigadir Jenderal Andi Rian mengatakan, timnya memeriksa Andi sebagai saksi terkait dugaan menghalangi kerja dari Satuan Tugas Covid-19 saat akan memeriksa Rizieq Shihab.

Bacaan Lainnya

“Penyidik menginginkan pemeriksaan tambahan dan merasa kurang bukti untuk penetapan tersangka. Maka kami ingin menambahkan beberapa saksi lagi termasuk Dirut RS Ummi.

Sebelumnya, Tata mengatakan RS Ummi sempat kedatangan Satgas Covid-19 dari Kota Bogor. Pihak Satgas menginginkan untuk melakukan tes swab kepada Rizieq Shihab.

Pada Jumat (27/11/2020), Rizieq melakukan tes swab. Namun, pihak rumah sakit tidak melakukannya melainkan ada pihak lembaga bernama Mer-C

Satgas Covid-19 Kota Bogor mengataklan, meski Rizieq Shihab benar melakukan tes swab namun hal ini telah menyalahi prosedur. Sehingga, pihak Satgas melaporkan hal ini kepolisian. Satgas menilai bahwa RS Ummi telah menghalang-halangi tugas Satgas.

“Kami telah melakukan klarifikasi dan mengakui kesalahan internal dari tim RS. Kami telah berkoordinasi dan berkomunikasi kepada pihak Pemkot. Mereka pun memahami dan mencabut laporan itu,” ujar Andi.

Sementara itu, tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS) berencana menghadirkan Rhoma Irama sebagai saksi fakta dan ahli dalam sidang lanjutan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Iya nanti, rencanya ya kalau sempat saya kalau sempat nanti ahli Maulid Nabi itu Rhoma Irama saja, biasa berceramah juga biasa berdakwah juga. Saya sudah hubungin beliau cuman kalau tidak bentrok dengan show-show dia,” kata Alamsyah, Jakarta, Kamis (7/1/2021).

BACA JUGA :  PPKM Mikro Kabupaten Bogor Diperpanjang hingga 8 Maret

Kehadiran Raja Dangdut itu diharapkan bisa menjelaskan perihal kerumunan di acara Maulid Nabi di Petamburan. Alamsyah menyebut, baru kali ini acara Maulid Nabi dinilai sebagai tindak pidana.

“Apakah Maulid Nabi melanggar hukum pidana kan gitu, ini kan tindak pidana acara Maulid. Dari zaman ke zaman kan baru ini aja,” sebutnya.

Selain itu, Alamsyah mengatakan juga akan menghadirkan saksi fakta, ahli pidana serta ahli hukum acara pidana. Ia menyebut salah satu ahli itu kemungkinan hadir secara virtual.

“Kita siapkan saksi fakta dua orang terus ahli rencananya dua orang untuk ahlinya siapa saja. Rencananya ahlinya itu kalau zoom nanti Prof Suteji dengan Fernando dia bisa hadir informasinya. Ahli hukum pidana dengan hukum acara pidana,” tuturnya.

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akan menggelar sidang lanjutan praperadilan Habib Rizieq Shihab dengan agenda pemeriksaan saksi dan ahli hari ini. Pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS) mengatakan akan menghadirkan 3 saksi dan 3 ahli.

“Rencana 3 saksi dan 3 ahli hari ini,” kata salah satu tim kuasa hukum Habib Rizieq, Alamsyah Hanafiah kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Alamsyah mengatakan 3 saksi yang dihadirkan merupakan saksi fakta terkait kerumunan massa di Petamburan. Sedangkan, ahli yang dihadirkan adalah ahli pidana dan ahli hukum acara pidana.

“Ahli pidana dan ahli hukum acara pidana,” sebutnya. (FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *