Kenali Anosmia, Gejala Awal Penderita Covid-19

Ilustrasi gejala Anosmia, hilangnya indera penciuman. Foto: Microgen / Shutterstock
Bagikan:

Jakarta – Salah satu gejala khas ketika tubuh terinfeksi virus korona yaitu hilangnya indera penciuman atau anosmia.

Gejala ini dialami hampir semua penderita Covid-19. Meskipun begitu, hilangnya indera penciuman tidak selalu diartikan adanya infeksi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Ahli Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Erich Voight mengatakan, pembengkakan yang terjadi di hidung akibat virus dapat mencegah partikel bau mencapai area saraf penciuman yang berada di hidung.

“Saat pembengkakan itu mereda, indera penciuman bisa kembali,” ujarnya.

Gejala penyakit lain yang diawali dengan anosmia, antaralain flu, pilek, polip hidung, tumor, penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson, serta cedera otak atau trauma kepala.

Di luar itu, penggunaan beberapa obat juga disebut dapat memengaruhi rasa. Termasuk pula pengobatan seperti kemoterapi dan terapi radiasi yang juga dapat memengaruhi indera perasa.

Oleh karena untuk memastikan kesehatan indera penciuman dan pengecap rasa, dapat dilakukan pengecekan sendiri di rumah.

Salah satu cara yang paling umum, yaitu menggunakan jellybean.

Direktur Center for Smell and Taste Florida University, Steven Munger membagikan cara mudah menguji indera penciuman dengan jellybean.

Tutup lubang hidung hingga tak ada aliran udara yang masuk. Masukkan jellybean ke dalam mulut dan kunyah.

“Jika Anda mendapatkan rasa gurih ditambah manisnya jellybean, berarti fungsi indera perasa masih berfungsi,” kata Munger.

Lalu, saat masih mengunyah, lepas tangan yang menutupi lubang hidung dengan cepat. Jika fungsi indera penciuman masih berjalan normal, Anda akan mencium semua bau, termasuk bau jellybean yang Anda kunyah.

BACA JUGA :  Ahli Ungkap Alasan Harus Tidur Cukup Sebelum Vaksinasi Covid-19

“Ini benar-benar jenis respons yang sangat dramatis dan cepat,” kata Munger.

Secara ilmiah, proses ini dikenal dengan istilah penciuman hidung retro. Pada kondisi ini, bau mengalir dari bagian belakang mulut ke atas melalui faring dan masuk ke rongga hidung.

Untuk melakukan pengujian ini jellybean dapat diganti dengan kopi atau jeruk. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *