Kesejukan Natal Hadir di Tanah Papua, Azis Syamsuddin: Inilah Cermin Indahnya Perbedaan

Bagikan:

JAKARTA – Perayaan Natal 2020 di Kampung Asiki, Merauke, wilayah perbatasan RI-Papua Nugini begitu hikmad. Terlebih, saat Prajurit TNI dari Satgas Yonif Mekanis 516/CY membagikan hadiah kepada warga serta menghibur masyarakat setempat.

Kerukunan juga begitu nampak, saat ibadah malam Misa Natal di Manokwari, Papua Barat. Ini selaras dengan hadirnya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam membantu aparat keamanan di sana. Mengawal jalanannya prosesi dari awal hingga akhir. Saling bertegur sapa, dalam bingkai perbedaan, ternyata melahirkan kesejukan.

“Kegiatan itu menunjukan toleransi. Hal penting berukhuwah. Kehadiran TNI dan rekan-rekan HMI, menghadirkan suasana sejuk dalam keberagaman keyakinan di tanah Papua. Kami bangga. Suasana seperti inilah yang kita dampakan,” tutur Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin, Sabtu (26/12/2020).

BACA JUGA :  Bustami Zainuddin: Kolaborasi UMKM-Koperasi Langkah Tepat Tembus Pasar Ekspor

Dikatakan Azis, perbedaan bukanlah sebuah masalah dan menjadikan perbedaan itu pangkal perpecahan. Sebaliknya sebagai anak bangsa, kekayaan ini menjadi kebaragaman yang saling menjaga, menghormati tanpa saling melukai.

“Toleransi dalam perbedaaan adalah sikap, tindakan dan ucapan. Ini harus dirawat dan diramu menjadi sebuah kekuatan. Bangsa ini dilahirkan dari rahim perbedaan, maka jagalah saudara kita,” imbuh Azis Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu pun memberi apresiasi atas keberhasilan TNI AD yang mampu bersinergi dengan masyarakat Kampung Skofro. Atas terjaganya situasi dan kondisi, masyarakat setempat menghibahkan tanah adat seluas 21 hektare.

BACA JUGA :  Bustami Zainuddin: Limbah Medis Perlu Penanganan Khusus

Penyerahan secara simbolis oleh Kepala Adat atau Ondoafi Kampung Skofro Jacob Kamar menjadi kunci, akan hadirnya TNI dalam menjaga keamanan, kerukunan, perdamaian. “Kecintaan masyarakat Papua menjadi buah manis atas pengorbanan TNI. Cara-cara ini yang menjadi tauladan, bagaimana melindungi dan mengayomi mayarakat. Ini awal yang baik,” terang Azis.

TNI, sambung pria kelahiran Jakarta, 31 Juli 1970 itu, menjadi ujung tombak pertahanan bangsa. Kerja keras dan pengabdiannya selama ini, menjadi tumpuan rakyat. Kehadiran TNI dengan tangan dinginnya, mampu membuka ruang dialog, bersinergi dalam membangun keberagaman.

“Tanpa bosan saya berpesan, TNI harus terus berada di sisi masyarakat. Kedekatan inilah yang akan tertanam di hati. MMasyarakat Papua merindukan kehidupan normal seperti anak bangsa lainnya. Harapan ini harus kita wujudkan, karena masyarakat Papua adalah saudara kita,” pungkas Azis Syamsuddin. (scio/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *