Korban Longsor Sumedang: Semua Korban Ditemukan, Evakuasi Ditutup Pada Hari ke-10

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban longsor di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, 17 Januari 2021.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban longsor di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, 17 Januari 2021. (Foto: TEMPO/Prima Mulia)
Bagikan:

Sumedang – Tim Search And Rescue (SAR) Bandung dan tim penyelamat lainnya mengakhiri operasi pencarian usai seluruh korban longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ditemukan pada Senin (18/1/2021).

Deden Ridwansyah, Kepala Kantor SAR Bandung mengungkapkan, proses pencarian dinyatakan ditutup usai satu korban terakhir ditemukan pada pukul 21.13 WIB. Ini berarti, seluruh 40 korban tertimbun telah ditemukan semua dan dievakuasi.

Bacaan Lainnya

“Keberhasilan ini berkat kerja sama yang baik antara unsur yang ada di lapangan, sehingga semua korban yang menjadi korban bencana longsor ini berhasil dievakuasi di hari ke-10 ini,” kata Deden di Posko Koordinasi SAR Gabungan di Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

“Kami mengapresiasi dan berterimakasih atas keberhasilan baik dari Tim SAR maupun unsur yang ada di lapangan. Semua korban bencana longsor Sumedang telah berhasil dievakuasi pada hari ke-10,” ujar Deden di Posko Koordinasi di Cimanggung, Sumedang.

Dilansir dari Antara, dalam pencarian hari ini yang merupakan hari ke-10, delapan orang ditemukan sejak Senin pagi.

Sebetulnya, proses pencarian korban berakhir pada Jumat (15/1/2021). Akan tetapi, tim SAR meminta perpanjangan proses pencarian korban selama tiga hari hingga hari ini.

Dalam kesempatan yang sama, AKBP Eko Prasetyo, Kapolres Sumedang mengungkapkan cuaca cerah di kawasan turut memudahkan proses pencarian korban dalam waktu tiga hari terakhir. Semua identitas korban telah dikonfirmasi oleh dokter dari kepolisian.

“Semua korban berhasil teridentifikasi pada malam ini. Korban juga dapat segera dikebumikan oleh keluarga, ini lantaran sinergi antara SAR dan unsur gabungan yang terkait dan tentunya kehendak Allah,” ujar Eko.

BACA JUGA :  Khawatir Krisis Pangan, DPRD Jabar Ingin Lahan Tidur Milik Pemerintah Dikelola Warga

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *