Kosong Selama Pandemi, Tiga SMP di Cianjur Jadi Sasaran Pencuri

Bagikan:

Cianjur – Ditiadakannya proses belajar mengajar di sekolah selama pandemi Covid-19 rupanya dimanfaatkan oleh sejumlah orang dengan melakukan aksi pencurian. Seperti halnya yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Sebanyak tiga sekolah SMP sudah melaporkan kasus pencurian barang.

“Selama pembelajaran daring ada tiga laporan SMP yang dibobol maling. SMP di Kecamatan Warungkondang, Bojongpicung, dan Gekbrong,” ungkap Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai, Jumat (15/1).

Adapun barang-barang berharga yang menjadi incaran pelaku pencurian adalah komputer sekolah. Rifai menyebut, dari tiga sekolah itu saja total kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah.

BACA JUGA :  Polri: 4 Terduga Teroris Makassar Sudah Sumpah Setia ke ISIS

Sebab tingginya angka kejahatan yang mengincar lengangnya sekolah, Rifai pun menugaskan jajarannya untuk melakukan patroli setiap malam ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah hukumnya. Dengan begitu, ruang gerak pelaku pencurian menjadi terbatas.

“Polisi juga berkoordinasi dengan sekolah untuk bersama-sama menjaga keamanan. Termasuk melibatkan warga untuk memantau dan mengawasi lingkungan sekolah sebagai upaya pengamanan bersama selama pandemi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Disdikbud Cianjur, Tjupi Kanigara mengatakan, sekolah-sekolah rentan menjadi sasaran pencurian karena pengamanannya yang agak renggang selama pemberlakuan pembelajaran daring. Karena itu, ia pun meminta pihak sekolah agar jangan merenggangkan pengamanan selama pandemi Covid-19.

“Kami belum tahu pasti sampai kapan pembelajaran daring akan berakhir karena tingkat penularan masih tinggi,” tandasnya. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *