Kronologi Awal Utang Piutang John Kei dan Nus Kei yang Berakhir Bentrok

John Kei saat menjalani sidang beberapa tahun lalu. (Istimewa)
Bagikan:

Jakarta – John Refra alias John Kei telah menjalani sidang perdana terkait kasus penyerangan di Green Lake City, Tangerang, dan Duri Kosambi, Jakarta Barat pada 21 Juni 2020 lalu. Penyerangan tersebut diduga berkaitan dengan utang piutang antara John Kei dengan Nus Kei, yang tak lain pamannya sendiri.

Pada persidangan yang dihelat di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Jl. Letjen S. Parman, Rabu (13/1/2021) tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wisnu mendakwa John Kei dengan lima pasal. Kelima pasal tersebut meliputi pembunuhan berencana, pengeroyokan hingga adanya korban jiwa, serta kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

Pada persidangan tersebut, Jaksa Wisnu juga menjabarkan kronologi awal kasus utang piutang antara John Kei dengan Nus Kei.

BACA JUGA :  Berawal Penangkapan Satu Orang, Polisi Bekuk 8 Pengedar dan Sita 4 Kg Sabu

“Berawal pada tahun 2013, Saksi Nus Kei menemui John Kei di Lembaga Pemasyarakatan di mana saat itu terdakwa sedang menjalani hukuman pidana, dalam pertemuan tersebut saksi Nus Kei menyampaikan butuh uang satu miliar rupiah dan akan mengembalikan dalam jangka waktu 6 bulan sebesar dua miliar rupiah,” ujar Jaksa.

Menurut Jaksa, John Kei menyetujui hal itu dan memberikan uang yang diminta Nus Kei. Tapi sampai John Kei keluar penjara, Nus Kei tak kunjung membayar utangnya. Sampai akhirnya John Kei mengumpulkan anggotanya karena adanya rekaman video penghinaan yang dilakukan kelompok Nus Kei di depan anggota Amkei.

Dari pertemuan tersebut, imbuh Jaksa, kelompok John Kei sepakat mendatangi rumah Nus Kei pada 17 Juni 2021. Namun saat kelompoknya mendatangi rumah Nus Kei, mereka tidak mendapati pria yang dicari. Sampai akhirnya pada 21 Juni 2021 terjadilah bentrok yang mengakibatkan satu anak buah John Kei tewas dan satu lagi mengalami luka-luka.

Saat sidang selesai, John Kei menyangkal segala tuduhan yang ditujukan kepadanya. Di hadapan 24 kuasa hukumnya, John Kei tidak mengira penagihan utang terhadao Nus Kei bisa membuatnya terjerat kasus hukum.

“John Kei sudah menyerahkan kasus utang piutangnya ke kuasa hukumnya, Deni Kei. Sehingga John Kei tidak mengetahui terkait penyerangan tersebut. Bahkan saat hari penyerangan Minggu (21/6/2020) John Kei tengah beribadah di gereja,” tutur salah satu kuasa hukum John Kei, Anton Sudanto. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *