Lampung Waspada Banjir, Senator Bastian: Pemprov Hingga Pemkab-Pemkot Harus Siaga

Ahmad Bastian (Foto istimewa)
Bagikan:

Bandar Lampung – Provinsi Lampung menjadi salah satu wilayah yang berstatus waspada banjir berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Anggota DPD RI daerah pemilihan (dapil) Lampung, Ahmad Bastian meminta pemerintah daerah untuk bersiaga.

“Kami mengharapkan agar Pemprov, pemkab dan pemkot siaga dengan adanya peringatan terbaru dari BMKG,” ungkap Ahmad Bastian, Senin (8/2/2021).

Bacaan Lainnya

BMKG pada Sabtu (6/2) mengeluarkan peringatan dini bahaya banjir untuk wilayah-wilayah di Indonesia untuk beberapa hari ke depan. Ada 5 provinsi di Pulau Jawa yang berstatus siaga banjir, kecuali Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kemudian ada 20 provinsi yang berstatus waspada banjir, termasuk Lampung.

Pemda diminta untuk berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai salah satu upaya siaga bencana. Bastian berharap Pemda sudah membentuk tim gabungan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI/Polri.

“Sebagai antisipasi adanya bencana, khususnya di puncak musim penghujan ini, kami berharap pemda sudah melakukan mitigasi dan penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor,” tutur anggota Komite I DPD RI itu.

“Sebaiknya Pemda bersama BPBD, TNI/Polri sudah membentuk tim gabungan, termasuk posko siaga bencana di setiap kabupaten dan kota di Lampung,” imbuh Bastian

Selain posko, personel siaga bencana juga diminta untuk siaga. Dengan demikian, kata Bastian, jika terjadi banjir dan tanah longsor maka tim sudah bisa langsung bergerak memberi bantuan.

“Tim bisa disiagakan berdasarkan sistem sift. Sehingga bukan hanya tim SAR saja yang berjaga, tapi petugas sosial dari Pemda dan personel dari TNI/Polri juga sudah bersiaga bersama-sama,” ucap mantan anggota DPRD Lampung Selatan itu.

BACA JUGA :  Senator Bastian Harap Uji Coba Sistem Digital Validasi Surat Tes Covid di Lampung Sukses

Bastian juga mengimbau kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk selalu waspada dan bersiap diri. Warga Lampung diharapkan untuk terus memantau prakiraan cuaca dan peringatan dari BMKG.

“Masyarakat Lampung harus lebih waspada terhadap adanya bencana hidrometeorologi. Untuk yang tinggal di permukiman rawan banjir dan tanah longsor, harus lebih hati-hati dan selalu siaga setiap saat. Warga yang tinggal di bantaran kali atau sungai juga perlu melakukan antisipasi,” imbau Bastian.

Para petani pun diminta meningkatkan kewaspadaan. Sebab curah hujan yang tinggi kerap membuat tanaman pertanian, termasuk padi, terendam banjir dan akan berdampak pada hasil panen. Bastian juga mengimbau kepada nelayan agar lebih waspada saat melaut.

“Nelayan perlu mewaspadai gelombang tinggi akibat cuaca buruk, apalagi nelayan yang menggunakan kapal kecil atau sedang. Perhitungkan informasi dari BMKG sebelum memutuskan untuk melaut,” sebutnya.

“Curah hujan tinggi juga sering berdampak pada pertanian di Lampung. Para petani harus lebih waspada lagi supaya tanamannya tidak terendam banjir. Jika banjir melanda, pemda juga perlu membantu memberi solusi kepada para petani,” tutup Bastian. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *