Liang Lahat Khusus Jenazah Covid-19 Mulai Penuh

Petugas menggunakan hazmat menguburkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, 4 September 2020.
Petugas menggunakan hazmat menguburkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, 4 September 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Bagikan:

Jakarta – Kepala Satuan Pelaksana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Sutandyo menyebut, sebanyak 402 dari total 541 liang lahat khusus jenazah Covid-19 di TPU ini telah terisi per Selasa (19/1/2021).

Angka tersebut berdasarkan data keterisian liang lahat per Selasa (19/1/2021) pukul 13.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Hal ini berarti kapasitas liang lahat untuk jenazah Covid-19 di TPU ini hanya tersisa 139.

BACA JUGA :  Ahli Teliti Hilangnya Kemampuan Penciuman Pada Pasien Covid-19

Sutandyo mengatakan, TPU Srengseng Sawah menyediakan 0,5 hektare lahan khusus untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Luasan itu termasuk untuk jenazah muslim. Namun ia tidak merinci berapa total liang lahat yang disediakan untuk jenazah non-muslim.

Terkait penambahan lahan untuk pemakaman pasien Covid-19, Sutandyo belum bisa memprediksi. Sebab ia juga  masih menunggu keputusan dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

“Untuk penambahan lahan dan lain-lain masih menunggu keputusan dinas,” kata dia.

Untuk diketahui, TPU Srengseng Sawah sendiri baru resmi dijadikan sebagai tempat pemakaman jenazah Covid-19 pada 12 Januari lalu.

Dalam hitungan hari, liang lahat yang disediakan untuk jenazah Covid-19 sudah terpakai hampir 75 persen.

Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan empat lokasi pemakaman yang bisa dijadikan tempat memakamkan pasien Covid-19 yang meninggal.

BACA JUGA :  Eks Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacuna: AHY Jangan Lebay

Empat TPU itu yakni TPU Tegal Alur di Jakarta Barat, TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur, TPU Rorotan di Jakarta Utara, termasuk TPU Srengseng Sawah.

Diberitakan sebelumnya, kasus Covid-19 di Jakarta masih sangat tinggi. Untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19, DKI Jakarta menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

Sejumlah ketentuan diterapkan mulai dari 75 persen bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) hingga pembatasan jam operasional tempat-tempat umum. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *