Lima Desa Terkena Dampak Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan

Bagikan:

Indramayu – Kebakaran besar yang melanda kilang minyak milik Pertamina di Balongan, Indramayu Jawa Barat, Senin (29/3) pukul 01.59 dini hari, menyebabkan warga di lima desa harus dievakuasi. Kelima desa yang terdampak akibat kebakaran itu adalah Desa Balongan, Desa Sukareja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip dan Desa Tegalurung.

Sejumlah 950 jiwa diungsikan akibat kebakaran tersebut, meliputi 220 jiwa di GOR Komplek Perum Pertamina Bumi Patra, 300 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu dan 392 jiwa di Gedung Islamic Center Indramayu. Sementara itu, data korban jiwa yang berhasil dihimpun hingga pukul 08.00 WIB adalah lima orang luka berat, 15 orang luka ringan dan tiga orang masih dalam pencarian.

“Kondisi hingga saat ini api masih dalam proses pemadaman dan warga diharapkan agar tidak panik serta selalu mengikuti arahan pihak-pihak yang berwajib untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, di Jakarta.

Sementara itu, Kepala Bidang pemadam Kebakaran, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Kabupaten Indramayu, Joni Takasarel mengatakan, kondisi kebakaran sudah terantisipasi. Petugas telah menutup saluran minyak yang dapat berdampak ke pemukiman penduduk.

“Saluran sduah ditutup dan kemungkinan kecil merambat ke pemukiman penduduk. Warga diminta jangan panik, tetap berdiam di rumah dan selalu waspada,” kata Joni yang berada di lokasi kejadian.

Meskipun ada insiden kilang terbakar, Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak untuk masyarakat tidak terganggu dan saat ini masih berjalan normal. Dalam keterangan tertulisnya, Pertamina juga tengah mengupayakan berbagai bentuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga di pengungsian.

Warga yang diungsikan berasal dari desa Balongan yang merupakan desa yang berlokasi paling dekat dengan tempat kejadian. “Di tempat pengungsian, Pertamina menyiapkan kelengkapan pencegahan pencegahan berupa masker dan hand sanitizer, serta memastikan warga tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan covid,” kata manajemen Pertamina.

BACA JUGA :  Kartu Vaksinasi Corona Belum Bisa Dipakai untuk Syarat Bepergian

Untuk logistik, Pertamina akan bekerja sama dengan pemda Kabupaten Indramayu untuk membantu penyediaan konsumsi bagi warga di pengungsian. Selain itu, Pertamina juga mempersiapkan terpal serta kebutuhan warga lainnya di pengungsian.

Berdasarkan laporan saksi mata, kebakaran terjadi akibat sambaran petir yang mengenai salah satu kilang. Diduga sambaran petir itu mengakibatkan kilang mengalami kebocoran dan kilatan petir yang menyambar cadangan minyak Pertamina mengakibatkan ledakan dan kebakaran hebat.

Upaya pemadaman masih berkelanjutan. Pertamina mendatangkan tim HSSE (Health Safety, Security and Environment) dari unit kilang terdekat yakni Kilang Pertamina Cilacap, Pertamina EP, Kilang Pertamina Plaju serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Indramayu untuk segera mengupayakan pemadaman kebakaran kilang.

(MAR/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *