Makanan-Makanan Ini Memicu Kerontokan Rambut

Ilustrasi rambut rontok. Foto: Aquarius Studio/Shutterstock
Bagikan:

Jakarta – Rambut rontok antara 50-100 helai perhari merupakan hal yang sangat wajar terjadi. Untuk mengurangi intensitas kerontokan, biasanya dilakukan dengan menjaga pola makan dan makan makanan yang berizi. Namun ada beberapa jenis makanan yang apabila dikonsumsi justru memperparah kerontokan rambut, bahkan hingga memicu kebotakan.

Mengkonsumsi makanan manis atau mengandung gula tinggi seperti permen, roti putih, nasi putih, dan aneka kue ternyata dapat memicu kerontokan rambut. Ketika tubuh mengolah gula dari makanan, hormon insulin akan merespon terhadap peningkatan glukosa. Hal ini menyebabkan kadar androgen meningkat dan mempengaruhi kesehatan folikel (kantung kelenjar) pada kulit kepala.

Mengkonsumsi ikan yang mengandung merkuri dapat meningkatkan resiko kerontokan rambut. Hal ini dikarenakan merkuri akan dirubah menjadi methylmercuri yang beracun bagi tubuh. Ikan yang mengandung merkuri tinggi biasanya ditemukan pad aikan makarel dan tuna. Sedangkan ikan yang mengandung rendah merkuri adalah salmon.

Makanan cepat saji terbukti mengandung lemak jenuh yang mengganggu kesehatan tubuh terutama kesehatan rambut. Lemak jenuh dapat menyumbat pori-pori kulit kepala dan dapat menganggu penyerapan nutrisi penting bagi rambut. Apabila dibiarkan, rambut menjadi rapuh dan rontok. Alangkah baiknya menghindari makanan yang digoreng atau dipanggang menggunakan margarin.

Makanan dengan kandungan selenium tinggi apabila dikonsumsi berlebihan justru membuat rambut rontok. Selenium sendiri merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh sebagai antioksidan. Makanan dengan kandungan selenium tinggi antara lain tuna, daging sapi, nasi putih, kerang, dan lain sebagainya.
Meskipun mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh, namun apabila dikonsumsi berlebihan justru menimbulkan gangguan. Alih-alih ingin terlihat menawan, justru kebotakan yang didapat. (Zak/IJS)

Bagikan:
BACA JUGA :  Perbedaan Gejala Gangguan Pencernaan Biasa Dengan Covid-19

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *